Perlakuan Ulasan Tidak Sama dan Juri Tidak Membaca Sampai Selesai

Salam Fantasi. Mari bersama meniatkan diri memajukan scene fantasi Indonesia.Saya mau mengulas perlakuan juri yang ganjil(tidak sama) dalam mengulas cerita berdasarkan pengumuman di Ulasan-FF2012-All.pdf

1. Dari scope kecil dulu(karya saya):

Buka PDF Ulasan FF2012. Tekan CTRL + F, lalu ketik : ‘Narasinya’

Perhatikan kata-kata yang mengikuti setelah setiap temuan ‘Narasinya’. Kebanyakan adalah: jelas, menarik, mudah diikuti, rapi, sederhana, lancar, dan sejenisnya. Ada satu pengecualian di nomor urut 160. Setelah kata ‘Narasinya’ terdapat kata ‘level tinggi’. Apa ini maksudnya? Sarkasme? Jika dikaitkan dengan konteks di mana terdapat ketidaksamaan perlakuan terhadap cerpen ini, yang hanya diulas oleh dua juri, kata ‘level tinggi’ ini sungguh sangat mengganggu saya. Saya bertanya-tanya, apa kata ‘level tinggi’ ini digunakan juri untuk mencoba melindungi kredibilitasnya sendiri karena ragu-ragu mau mengatakan bahwa narasi itu buruk? Bahkan komen juri lainnya, menuliskan “terlalu canggih”, apalagi itu maksudnya? Bahkan juri yang bilang terlalu canggih ini sendiri mengakui bahwa dia TIDAK MEMBACA cerpen itu sampai selesai? Beraninya bilang canggih tapi baca belum selesai? Ini lagi stand up comedy ya?

Saya anggap bahwa cerita saya ini hanya dibaca oleh seorang juri. Entah yang lain tidak sudi atau tidak sanggup atau apa? Atau malas karena merasa sudah cukup dapat mendapat stock cerita untuk dikomersilkan?

Saya memohon akan adanya perlakuan yang sama terhadap semua cerita. Yaitu ulasan dari semua juri di masing-masing cerita.

2. Scope lebih luas (25 sampel awal):

Saya mencoba mengambil sampel dari 25 ulasan awal, dan ternyata terdapat 17 karya yang tidak diulas oleh keseluruhan juri. Ini bagaimana? Apa alasannya? Alasan capek saya tolak. Sudah konsekuensi dari awal itu, dan seharusnya juri paham.

Ini daftarnya, 17 karya yang tidak diulas oleh semua juri dari sampel 25 ulasan pertama yang ada di Ulasan-FF2012-All.pdf:

2. Aku Bermimpi Tikus. karya Mirsya Mulyani. Hanya diulas DPK dan Dian.

4. Kisah Ayam Hutan. karya Anselmus. Hanya diulas DPK, Dian, dan Boni.

5. Kisah Tentang Musim Dingin. karya K.A.Z. Violin. Hanya diulas Villam dan Boni.

6. Sisi Lain Dunia Kucing. karya Narita. Hanya diulas Villam dan DPK.

7. Bencana Dari Hujis, Batu Hitam Pembawa Petaka. karya Yonizyul. Hanya diulas DPK dan Dian.

8. Karena Aku Bukan Malaikat. karya Kurnia Bayu. Hanya diulas Dian dan Boni.

10. Permata Yang Disebut Cinta. karya Omegakaiser. Hanya diulas Villam dan Boni.

11. Menuju Jalan Keluar. karya Selv Beriane. Hanya diulas Villam dan DPK.

12. Syal Merah. karya Michelle Aoki. Hanya diulas DPK dan Dian.

14. Geck dan Ann – Ketika Perbedaan Tidak Bermakna. karya Vect. Hanya diulas DPK dan Boni.

15. Takdir Sembilan Dunia. karya Aditya R.F. Hanya diulas Villam dan Boni.

16. Penjaga Mimpi. karya El Lydr. Hanya diulas Villam dan DPK.

17. Gadis Laut. karya Cecilia Li. Hanya diulas DPK dan Dian.

20. Kisah Dari Buana: Serra di Lembah Sabit Kembar. karya Ryan Dachna. Hanya diulas Villam.

22. Lanze karya. O Lihin. Hanya diulas DPK dan Dian.

24. Membunuh Atau Dibunuh. karya Yusuf.Hanya diulas DPK dan Boni.

25. Mencari Lucian. karya Mimil Charmel.Hanya diulas Villam dan Boni.

Ckckck. Ini baru dari sampel 25 cerita pertama lho. Saya memohon akan adanya perlakuan yang sama terhadap semua cerita. Yaitu ulasan dari semua juri di masing-masing cerita.

3.Scope Fantasy Fiesta tahunan:

Ulasan juri yang perlakuannya tidak sama ini juga terjadi pada event Fantasy Fiesta 2011, di mana terdapat banyak sekali cerita yang hanya diulas oleh Villam seorang, juri lain pertanggungjawaban moralnya mana? Dan ketika saya berharap bahwa hal itu tidak terulang lagi pada tahun ini, harapan saya dikoyak-koyak oleh [Ulasan-FF2012-All.pdf]

Juri mengulas cerita. Maka penulis cerita sebaiknya juga mengulas perlakuan juri dalam mengulas cerita. Jika interaksi satu arah: kritik, ulasan, dari juri diharapkan akan membawa kebaikan bagi penulis cerita yang mampu introspeksi, maka interaksi dua arah dalam kritik dan ulas antar pemilik cerita dan pengulas, saya harap akan berpotensi menghasilkan introspeksi dan peningkatan kualitas yang lebih baik.

Salam Fantasi. Mari bersama meniatkan diri memajukan scene fantasi Indonesia.  Saya ucapkan terima kasih atas penyelenggaraan event yang sangat baik ini, di mana juri-jurinya benar-benar rajin dan berani transparan untuk mengekspos ulasan mereka. Hanya saja, saya memohon akan adanya perlakuan yang sama terhadap semua cerita. Yaitu ulasan dari semua juri di masing-masing. Jikalau ada cerita yang diulas semua juri, kenapa ada cerita yang hanya diulas satu juri?

Terima kasih.

Sasmito Yudha Husada, Smith61, Chwilyswr, dan Serabut Ketek. Nomor urut 160. Primata. ❤

—————————–

Kemudian, juri merespon saya: http://kastilfantasi.com/2012/09/ulasan-cerpen-fantasy-fiesta-2012/comment-page-1/#comment-20074

Villam says:

Sebagai juri, tugas sebenarnya hanyalah menjuri, bukan mengulas cerita.
Jikapun kemudian ada ulasan, itu adalah bonus, karena jurinya baik hati dan bersedia memberikan sesuatu yang lebih banyak kepada peserta.
Namun jika ternyata usaha dan kebaikan itu tetap dianggap tidak baik oleh peserta, maka saya pun tidak akan membalas dengan kebaikan yang lebih banyak lagi.

Tetapi mungkin juri lain bersedia memberi kebaikan kepada kamu walaupun di awal permohonanmu kamu sudah membuat prasangka-prasangka yang buruk (membuat prasangka-prasangka buruk memang sesuatu yang asyik buat dilakukan sepertinya ya?). Saya tidak tahu, tapi silakan coba tanya saja kepada masing-masing juri secara pribadi.

Kalau saya tidak.

Rasanya kalau buat saya ini sudah cukup.

Terima kasih.

Villam

yang saya Reply
  • Chwilyswr Sang Serabut Ketek(saya)
    says:

    1. Ulasan adalah bonus:
    Iya bonus. Ulasan di event Fantasy Fiesta ini sangat keren kok. Generous. Saya anggap baik. Namun karena pembagian ulasannya sangat tidak merata dan terasa ganjil. Itu menimbulkan prasangka buruk, bahwa cerpen yang disubmit tidak dibaca oleh semua juri. Dan sudah jelas salah satu juri, mengaku bahwa dia berhenti membaca dalam ulasannya.

    Nah lho. Yang ditulis ulasannya aja mengaku berhenti membaca? Seberapa besar kemungkinan juri lain yang tidak ikut mengulas itu ternyata juga tidak membaca?

    2. Tugas Juri hanya menjuri:
    Apakah penjurian setiap cerita dilakukan oleh 4 juri? ataukah sesuai dengan apa yang ditampilkan dalam ulasan? Jika kembali berasumsi berdasarkan salah satu ulasan yang jurinya mengakui dia tidak membaca sampai selesai? lalu bisa disimpulkan yang menjuri setiap cerita itu tidak semua juri? atau bagaimana?

    3. Maafkan kalau prasangka saya memang mengena. Maafkan juga kalau tidak kena.

    ———

    Sampai saat postingan ini ditulis(10:41 22 September 2012), belum ada respon lagi.

    ———-

    Oh iya, ada rekan sesama peserta, yang mengkritisi ‘isi’ ulasan Juri di:
    http://halfbakedauthor.blogspot.com/2012/09/kritik-terhadap-penjurian-ff2012.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s