Potensial Koruptor Terbesar Di Dunia

Disclaimer:

Waspada. Laten sesat!

Not for the faint hearted.

Hohoho.

Saya pagi ini melalui ujian akhir semester dengan mata kuliah etika profesi. Oleh karena itu, pada dini harinya saya belajar. Materi bab 9, tentang korupsi, menarik perhatian saya, jadi saya mulai berpikir ngelantur dan sesat ….. Pada akhirnya saya putuskan untuk menyusun tulisan ini.

Di sini, saya akan membahas apa itu korupsi dan penyebab timbulnya korupsi sesuai materi yang saya pelajari tadi pagi. Juga bahasan sesat saya tentang dari dan di manakah potensial korupsi terbesar di dunia yang paling berpengaruh?

Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crimes), karena perbuatan korupsi bukan delik berdiri sendiri, tetapi selalu terkait dengan berbagai perbuatan pidana lain seperti pidana perdagangan anak atau manusia (human trafficking), pidana narkotika, perdagangan senjata, perjudian, pemalsuan uang, money launder, sulit pembuktiannya dan lain sebagainya;

Korupsi adalah kejahatan internasional, international crimes karena lingkup perbuatan korupsi tidak terbatas pada wilayah negara tertentu, tetapi meluas dan ada hubungan antara perbuatan korupsi pada satu Negara dengan Negara lainnya;

Korupsi disebut juga organized crimes, karena pembuat dan pelaku korupsi sering kali terjalin antara organisasi formal dengan organisasi kejahatan. Mastermindnya sering kali adalah pejabat resmi yang terlibat dalam kegiatan illegal lainnya, misalnya dalam kasus perjudian, illegal logging, illegal fishing, human trafficking dan sebagainya;

Korupsi terjadi di segala sektor kehidupan, baik sektor publik maupun sektor swasta;

Pertanyaan yang timbul adalah:

Bagaimana korupsi bisa begitu luar biasa?

Terjadi dalam skala yang begitu luas dengan rapih dan terorganisasi di segala sektor?

Kekuatan macam apa yang mampu membuat kebusukan menjadi begitu licin, menarik, dan lekat di hati manusia?

Lord Acton mengatakan Power tend to Corrupt. Kekuasaan adalah sumber perbuatan korupsi, terutama sekali apabila Power (Kekuasaan) tidak diikuti oleh Accountability atau (C=P-A); artinya dalam suatu pemerintahan yang tidak diikuti system pengawasan, pembagian kekuasaan yang memadai, serta tiada akuntabilitas, yang berdampak mismanagement.

Prof Klittgard (Prof. DR Muladi, 2007) menyatakan bahwa Corruption timbul karena adanya Monopoly kekuasaan ditambah Discretion, tidak diimbangi dengan Accountability atau (C=M+D-A). Perinsipnya seperti uraian pada butir 1, perlu digaris bawahi bahwa discretion adalah suatu kewenangan yang melekat pada setiap orang atau manajer untuk mengambil pilihan dari beberapa alternatif Namun discretion yang dilakukan tanpa ada kendali akuntabilitas akan merupakan sumber korupsi.

 

Corruption = Power – Accountability

Corruption = Monopoly + Discretion – Accountability

Power = Monopoly + Discretion

Dari sini, saya menyimpulkan bahwa MONOPOLI kekuasaan yang memberikan kewenangan tindakan tanpa akuntabilitas memiliki potensi untuk menimbulkan terjadinya praktik korupsi. Maka, apakah kekuatan dengan monopoli kekuasaan tanpa akuntabilitas yang sangat dan mungkin terbesar di dunia?

Jawaban saya adalah, konsepsi Tuhan dalam ajaran MONOTEIS. Konsepsi tuhan dalam ajaran monoteis intinya adalah berupa zat berwujud satu dan hanya satu, yang memiliki kekuatan ber-maha-maha-maha-maha, dan memiliki kekuasaan kewenangan penuh atas segala ciptaannya. Tuhanlah zat dengan potensial terkorup di dunia!

Tuhan Yang Maha Esa. Satu, sendiri, begitu tamak konsepsi monoteis ini dibanding dengan konsepsi politeis yang di dalamnya terdapat division of labour dan kemungkinan terjadinya check and balance dalam bentuk pembagian kekuasaan Tuhan menjadi bermacam-macam kedewaan. Tidak ada kontrol terhadap kekuasaan tunggal-Nya dari kekuasaan lain. Ia sendiri. Ia berpotensi sangat korup. Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutely.

Tuhan dengan berbagai klaim maha-Nya, menuntut kekuasaan kewenangan atas manusia melalui buku-buku dengan tulisan dan bahasa manusia. Melalui buku-buku itu ia mencengkeramkan monopoli kekuasaan tanpa akuntabilitasnya kepada sejarah manusia hingga sekarang. Bahkan memaksakan kewenangan tanpa akuntabiliatas itu sebagai pedoman hidup manusia. Memaksakan? Mungkin lebih tepat disebut dengan mengancam. Patuhi kekuasaannya atau disiksa selama-lamanya. Sayang siksaan itu tidak dalam jangkauan akuntabilitas yang logis.

Masalah utamanya ada di akuntabilitas. Melalui buku, Dia melakukan banyak klaim. Namun kebanyakan klaim-klaim tersebut berupa sesuatu yang fantastis, diluar jangkauan pembuktian, tidak spesifik, tidak jelas, dan terbuka dengan revisi interpretasi( misal: pada tahun 1500-an interpretasi disesuaikan(bahan memberi pengaruh) dengan penemuan-penemuan saat itu, namun di tahun 1900-an ketika penemuan dunia berubah, maka interpretasi terhadap klaim itu diganti lagi untuk terus memaksakan sifat keilahiahan dan kemahaan). Intinya adalah, kekuasaan monopoli kekuasaan kewenangan-Nya sungguh kurang akuntabel, sekalipun ada sedikit, akuntabilitas ini hanyalah paksaan, cocok-cocok-an(dengan variabel Tuhan yang bisa direplace variabel lain).

Potensi korupsi Tuhan yang sangat tinggi ini menimbulkan dampak yang jelas bagi Indonesia. Pada pancasila, sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Logikanya, jika rakyatnya terbiasa menerima dan mematuhi sebuah kekuasaan kewenangan yang tidak akuntabel dari Tuhan Yang Maha Esa, maka rakyat pula akan mudah menerima dan mematuhi pemerintahan negara yang juga tidak akuntabel bahkan korup. Terbiasa dengan ketidaktransparanan dan ketidakakuntabelan yang berbasis kepatuhan terhadap monopoli kekuasaan.

Pada Januari 2012, diberitakan bahwa Indonesia kehilangan Rp 2.13 trillion (US$238.6 million) akibat korupsi pada tahun 2011.

Pada CORRUPTION PERCEPTIONS INDEX 2012, Indonesia menempati peringkat 118 [http://cpi.transparency.org/cpi2012/results/#myAnchor1].

Saya mesti bilang wow.

Langkah pertama menuju pembebasan diri dari korupsi adalah, minimal mulai mempertanyakan akuntabilitas siapa-siapa yang mengklaim kuasa atasmu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s