Puisi Untuk Arief dan Hani

Jadi, tadi saya baru saja menghadiri undangan pernikahan seorang teman saya, seorang scientist keren yang juga pandai menulis dan menggambar. Saya ada sedikit hadiah kecil berupa puisi untuknya, ini dia.


Puisi Untuk Arief dan Hani

oleh Sasmito Yudha Husada

Setenang logam di awang-awang

Dunia runtuhpun tak boleh toreh arang

Setiap kata dari yang lampau dan akan datang

Berbondong berbaris meregang doa-doa panjang

Berenanglah tanpa takut bersama senang berpeluk sayang

  •

Benamkan kaki ke dalam dasar palung

Lilitkan tungkai kalian erat-erat lekat-lekat hingga jantung

Saling menabuh dekat dan selaras bagai kepak sepasang sayap burung

Teruslah terbang saling menopang dan menjunjung hingga sampai langit surga di ujung

  •

Apalah kerikil apalah badai apalah gempa apa pula tsunami

Nerakapun perlahan sejuk dalam kesucian kasih bertahta janji

Pikullah bumi, raihlah mars, jagalah venus, dan jadilah matahari

Meski ada petang, dan ada pula malam, busungkan paru, terus bernyanyi

  •

Segala untaian rima ini

Tak mungkin mampu menggambarkan kebesaran cinta

Yang dapat sangat mengerikan namun dapat jua indah tak terkira

 •

Selamat jalan untuk Arief dan Hani

Arungilah laut tanpa takut dan jelajahilah angkasa tanpa dusta

Yakinlah dunia turut merona hangat ke mana nada anda berdua akan bersua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s