Akhir Pekan Dengan Kawan Lama

Saya mengenal Gerry sejak kelas sepuluh di SMA 61 Jakarta Timur. Dulu kami sekelas dan sering bersama duduk di barisan paling depan. Kelas sepuluh, saya ekskul bahasa jepang dan dia ekskul KIR. Dulu pada hari ekskul di sabtu pagi, kami tak jarang bermain catur di pojokkan sekolah. Kelas sebelas dan dua belas kami tidak sekelas lagi, namun kami bergabung dalam ekskul yang sama: pencak silat. Ia pernah membanting saya sekali. Saya pernah membantingnya sekali. Impas. Lalu setelah lulus, ia ke ITB saya ke STAN. Di sana sepak terjang Gerry dalam sport menggila. Saya pernah dengar kabar ia sempat juara 2 karate di sana. Whoa. Ngeri. Lalu pada akhir 2013 seusai suatu acara reuni alumni, Gerry mulai rajin bersepeda. Saya melihat track record sepedanya langsung terkejut. Dia tidak sekadar main-main santai tapi rutin dan intensif. Saya yang penasaran segera menanyakan tentang ini, dan kalau tidak salah, ia waktu itu bilang, ia rajin sepeda supaya kuat lari. Whoa. Eh lalu ternyata benar, di 2014 dia mulai lari dengan mengerikan. Larinya enggak kira-kira, rutin banget, dan jauh-jauh sampai puluhan kilometer. Gila. Gila. Gila. Monster.

Saya dan Gerry di Kelas 10 dulu di SMA
Saya dan Gerry dulu di SMA
1234307_10200833524584330_1340066560_n
Saya, Gerry, dan Irghan (Trio Pesilat) sewaktu reuni alumni 61 pada tahun 2013
Saat kami bertemu sabtu 23 Mei kemarin
Saat kami bertemu sabtu 23 Mei 2015 kemarin

Jadi ceritanya, Gerry sedang tidak di Bandung karena kepalanya cidera terkena duri saat melaksanakan Trail Run di Bogor. Maka datanglah saya ke rumahnya di Pondok Kopi untuk menemui monster itu secara langsung dan nyata dengan berharap untuk tertular semangatnya.

Kepalanya sudah sembuh. Hanya ada pitak sedikit. Haha. Kami bercerita-cerita sedikit tentang kuliah. Ia bercerita kepada saya tentang bentuk solidaritas di jurusan kuliahnya. Katanya, kalau ada mahasiswa yang tidak masuk, sampai perlu dihampiri. Ia pernah begitu, kediamannya dihampiri. Untuk memberikan impresi lebih meyakinkan kepada yang menghampirinya bahwa ia sedang tidak sehat, Gerry bilang, ia sengaja berjalan berputar-putar di tempat sampai pusing-pusing. Terbahak-bahaklah saya. Selain berbincang, kami juga iseng bermain tembak-tembakan menembak boneka Patrick Star dengan senapan mainannya. Jadi ingat, dulu sewaktu sma, saya pernah berkunjung, dan ditembaknya saya dengan senapan itu. Kampret lu Ger.

Setelah ashar dan menjelang pukul 5 kami berlari bersama sejauh 6.57 km dalam waktu 50 menit. Berlari bersama teman ternyata memang menambah semangat. Saya rata-rata mungkin hanya kuat lari sejauh 2 atau 3 km nonstop. Jarang-jarang bisa sampai di atas 5 km tanpa istirahat disela jalan. Selama berlari kami berbincang terkait beberapa hal. Saya mengeluh terkait pendapat saya bahwa lari adalah olahraga yang sangat membosankan, jadi kadang saya berhenti lari bukan karena capek, namun karena bosan. Gerry bilang kadang supaya lebih asyik saat berlari, ia membayangkan sedang bermain Skyrim. Kemudian berlanjut ke seputar Fallout New Vegas tentang bagaimana saya berburu Deathclaw dengan bersenjatakan katana. Saya merasa sebenarnya renang lebih cocok untuk saya, namun ya mahal di ongkos. Kemudian ia pamer di tempatnya kuliah ada kolam yang hanya meminta uang sebesar 3000 rupiah jika ada kartu mahasiswa. Wew. Lalu ada juga ketika kami menyebut-nyebut soal renang gaya kupu-kupu. Sangat susah dan berkali lipat lebih melelahkan dibanding gaya lain. Namun ada lagi yang lebih susah menurut saya. Yaitu gaya orang cacat. Ya, itu komitmen sendiri aja, silakan nyemplung, lalu imajinasikan bagian mana saja yang cacat, lalu berusahalah berenang dengan sisa bagian tubuh yang dianggap berfungsi. Teruslah perbincangan sambil lari itu berputar ke mana-mana sampai akhirnya Gerry bilang, “Tinggal satu kilo lagi nih Sas, lari yuk.”

Yeah right. Jadi dari tadi bagi dia belum terasa lari! Hahaha! Saya iyakan usulnya. Lalu kami mulai ngebut. Namun tak sampai beberapa detik saya sudah tertinggal puluhan meter. CURANG! PAKAI GAMESHARK! 

Setelah melihat lambaian tangan saya dari jauh, barulah ia berhenti menunggu saya menyusulnya. Oh ya, di jalan kami juga sempat foto-foto.

*Gerry berlari secepat ninja konoha*
*Gerry berlari secepat ninja konoha*
*Sasmito berlari secepat TINJA konoha*
*Sasmito berlari secepat TINJA konoha*

Sesampainya kembali ke rumah Gerry, saya celamitan meminta-minta eskrim, buah, dan cemilan-cemilannya. Lalu solat, ngobrol, mondar-mandir ga jelas, foto-foto. Pulang. Sebelum pulang, saya ditawarkan sekantung jambu hijau yang manis. Hmmm. Tentu mau. Thanks! Makasih banget Ger untuk segalanya, inspirasinya, juga eskrimnya, dan sebagainya! Mmuach.

Jpeg


Jpeg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s