Sekilas Tentang Diklat Prajabatan Kemenkeu Gol 2 Gel 4

Yeah. Prajab sudah selesai. Tinggal tunggu pengumuman. Semoga lulus semua. Sebelum saya lupa semuanya, saya akan coba mengingat-ingat dan menuliskan pengalaman saya berjuang dalam diklat prajabatan tersebut. Postingan ini telat banget ya, karena memang sewaktu prajab selesai itu badan masih sangat lelah, lalu kemudian disela mudik pula. Jadi mohon maaf dan koreksinya kalau-kalau ingatan saya mengkhianati kebenaran. Terima kasih. Silakan membaca.


Lokasi tempat saya menjalani diklat prajab adalah di Wisma Pembina di daerah Petukangan di Jakarta Selatan. Tempatnya agak tersembunyi dan cukup jauh dari keramaian. Sementara, kalau dari desas desus yang ada, porsi “tekanan hidup” di Wisma Pembina ini cukup di tengah-tengah, tidak sesantai di LPMP, tidak sekeras di WDW. Ya, bersyukur saja.

Saya masuk ke dalam kelas N yang dipimpin oleh Yahya Wibowo sebagai ketua kelas tetap. Dia dari instansi Bea Cukai dan memang tepat dalam menampuk tugas semacam itu. Saya mendapatkan kamar di Anggrek 205, bersama Sevtiandi dari Bea Cukai, dan Salam dari Pajak. Ah sesungguhnya, pada dua malam pertama MFD, saya sudah menulis kerangka-kerangka kira-kira blogpost ini akan disusun seperti apa, namun rasa-rasanya sudah terlalu banyak yang ingin ditulis sehingga malaslah saya untuk berpikir, hence, sepertinya the rest of this post will be written dalam struktur yang berantakan. Sorry.

°

Menu prajab dibuka dengan tiga hari MFD. Apa itu MFD? Mental Fisik Disiplin. Menurut pelatih kami yang berasal dari anggota kopassus, MFD ini disajikan kepada kami supaya kami lebih siap menghadapi tahap prajab selanjutnya.

°

Berikut kira-kira bekal mater apa saja yang diberikan kepada kami saat MFD:

– Ilmu baris-berbaris seperti jalan di tempat, lencang kanan, dll.

– Ilmu tata cara menghadap atasan, tata cara berpapasan/mendahului atasan. Intinya, lambatkan jalan, sapa lebih dahulu, lalu hormat. Setelah atasan/senior selesai membalas hormat, barulah turunkan hormat kita.

– Tata cara masuk ruangan: teriak, “IZIN MASUK!” lalu hormat, lalu maju selangkah sembari berseru, “SISWA!”

– Sementara itu ada pula tata cara keluar ruangan: menghadap ke dalam ruangan, teriak,”IZIN KELUAR!” lalu hormat, balik kanan, maju selangkah teriak, “SISWA!”

– Tata cara menyiapkan kelas dan lapor kepada Widyaiswara (dosen).

– Jargon-jargon pembangkit semangat:

“SIAPA KITA? SISWA!”

“SEMANGAT PAGI! HUA HUA HAUUUUUA!” *sambil berpose macam gorila*

“ADAKAH KEMENKEU DI DADAMU? ADA! MANA? INI DIA!”

– Lagu doa apel malam:

“Ya Allah yang maha esa, yang maha kuasa, yang memiliki se(t/k)alian alam … (dst)”

– Lagu mars prajab:

DULU AKU BERCITA CITA

MENJADI SEORANG PEGAWAI NEGERI

BERDIRI TEGAP GAGAH PERKASA

TUNAIKAN TUGAS YANG MULIA

TEGAP TEGAK PENUH WIBAWA

SEMANGAT YANG TAK KUNJUNG PADAM

TUNAIKAN TUGAS PARA PEMBINA

TUNAIKAN DENGAN PENUH RASA BANGGA

KINI AKU SEDANG DITEMPA DALAM DIKLAT PRAJABATAN

LUPA KAWAN LUPA SAUDARA LUPAKAN SAJA SEMUANYA

SAYA TAHAN SAKIT-SAKIT PANTANG MASUK RUMAH SAKIT

SAYA TAHAN MENDERITA SIANG MALAM KU DITEMPA

WALAU DIRIKU DITEMPA HATIKU SELALU GEMBIRA

GEMBIRA GEMBIRA SELAMANYA

BERGEMBIRA SENANTIASA SELALU GEMBIRA

HILANGKANLAH RASA SUSAH SEJAUH-JAUHNYA

RASA SUSAH RASA SEDIH TAK ADA GUNANYA

BERLATIH DENGAN GEMBIRA

SISWA BERMENTAL BAJA

– dan lainnya.

°

Sementara itu, selain diberi materi, pada MFD kami juga diberi porsi latihan fisik seperti berikut:

Kami dibawa ke lapangan bertanah merah dan berumput. Di sana kami awal-awalnya diberi semacam tugas untuk berbaris serapi dan secepat mungkin. Namun tentu saja upaya kami dianggap gagal dan tidak memuaskan, maka diberilah kami tindakan berupa: merayap, guling-guling, merangkak, dan jalan jongkok.  Yak, dan saat guling-guling, banyak yang tidak kuat, sehingga, jadilah lapangan tersebut dibanjiri muntah para siswa.

Tak lupa, saat setiap tiga kali makan berat dan tiga kali makan snack, waktu makan kami dihitung oleh pelatih. Jika ada yang telat dari hitungan, maka ia akan diberi perintah untuk lompat-lompat, lalu hitungan diperpanjang. Toleransi perpanjangan hitungan ada batasnya, sampai hukuman berpindah posisi, bukan yang terlambat makannya yang dihukum, melainkan yang sudah selesai; kami diperintahkan untuk mempertahankan posisi sikap push up sampai para siswa yang terlambat tersebut berhasil menghabiskan makannya.

Dan hmmm. Di MFD hari terakhir kalau tidak salah, ehm, kami makan komando. Tradisi. Makan satu box yang isinya sudah diaduk-aduk tidak keruan. Pisang campur bihun, campur segala-gala yang ada di box itu. Setiap siswa yang selesai makan, harus memisahkan diri dan siaga bersikap push up atau diperintah berguling-guling di aspal, sampai seluruh siswa selesai makan.

°

Kami setiap kelas juga diperintah membuat yell-yell. Mmmm. Apa lagi ya? Ya, ada aja kejadian-kejadian seperti: ada yang ulang tahun diperintah merayap, lalu disiram air kotor dan tepung, ada yang disuruh peluk pohon, ada yang jadi bulan-bulanan dipanggil Shinchan, Doraemon, dan sebagainya. Dalam MFD ini, saya sendiri berhasil low profile, nyaris tidak terlihat, baik dalam bentuk penunjukkan fungsi penugasan, ataupun dalam bentuk bahan candaan.


Selesai MFD, kami para siswa memasuki tahap selanjutnya, yakni tahap Internalisasi. Internalisasi ini maksudnya adalah mempelajari nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, dan Anti Korupsi) yang harus dihayati dan dilaksanakan saat tahap Aktualisasi nanti. Intinya sih kuliah, dari pagi sampai malam. Selama, mmmm dua minggu kalau tidak salah. Lelah sekali. Apalagi saat proses kuliah tersebut, kami juga harus menyiapkan Rencana Aktualisasi yang akan disidangkan nanti pada hari-hari terakhir tahap Internalisasi. Ditambah juga ada ujian tertulisnya sebelum sidang. Lengkap padat deh jadwalnya. Dan selama seluruh tahap itu berlangsung, kami tetap diawasi dan jadwal diatur ketat oleh para pelatih dari kopassus; intinya, susah cari napas. Santai? Sabtu minggupun rasanya masih dikejar-kejar hantu kalau dengar bunyi peluit harus segera kumpul, entah itu kumpul untuk jadwal makan (6 kali sehari), atau peluit apel, atau peluit senam pagi.

Ujian tertulisnya lumayan susah-susah gampang. Sementara seminar RPAnya tergantung kemampuan public speaking dan penguasaan terhadap pekerjaan kantor masing-masing. Intinya, kami mempresentasikan rencana-rencana kami dalam mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA ke dalam pekerjaan-pekerjaan kantor. Misal, nilai Nasionalisme pada pekerjaan Splitting SPM diwujudkan dengan bergotong royong. Nah, hitungan nilai prajab nanti salah satunya ya dari seminar ini, lainnya dari disiplin, dari ujian tertulis, dari seminar evaluasi, dan sebagainya.

Banyak detail yang ingin saya ceritakan di sini, seperti tentang keluarnya Dragon Shout saya pada kuliah Anti Korupsi. Namun saya rasa, lebih baik cukup segini saja terkait tahap internalisasi.


Tahap aktualisasi dilaksanakan di kantor masing-masing. Kami berusaha mewujudkan rencana kami, lalu membuat laporan beserta pembuktiannya dengan dokumentasi-dokumentasi. Cukup merepotkan, tapi ya apa boleh buat. NAH, yang menjengkelkan adalah, pada tahap aktualisasi yang cuma dua mingguan ini, tiba-tiba muncul surat tugas (bagi para CCPNS DJPB) untuk profiling di Bogor selama tiga hari + 1 hari pengarahan di awal. Entah karena waktu yang terpotong profiling atau karena memang malas, dari rencana 10 kegiatan, saya menghapus 4 dan menambah 2, sehingga laporan dan presentasi yang saya susun hanya tersisa 8 kegiatan.


Tahap evaluasi! Kami kembali ke Wisma Pembina. Mendapat pengarahan. Mendapat jadwal urutan sidang presentasi hasil aktualisasi. Saya dapat hari pertama. Presentasi saya cukup lancar meski menurut Widyaiswara penguji, bukti-bukti yang saya sediakan sangat minimalis. Setelah lega presentasi sisanya hanya menunggu saja. Oh ya, di malam kedua, Senat mengadakan acara renungan malam, semacam flag-kissing ceremony. Lalu setelahnya kami bermain kembang api dan menyaksikan penampilan persembahan dari masing-masing kelas. Kelas saya, kelas N, menampilkan semacam pertunjukkan musik yang diatur sang maestro dari BKF, Nopri! Sukses pokoknya! Lalu ada juga lomba bertanding tiup balon melawan kopassus, ada joget penguin dengan lagu Ievan Polka versi Hatsune Miku, yeah dan seperti biasa … foto-foto.

IMG-20150710-WA0006

Setelah hari terakhir selesai. Usai upacara penutupan, salam-salaman dengan kopassus. Honor dan lapis legit dibagi. Barulah kami pulang. Terima kasih pelatih! Terima kasih kelas N!


Begitulah kira-kira yang saya sanggup ingat dan tulis.

Oh, iya, ada teman yang mengajukan beberapa pertanyaan terkait prajab ini. Saya coba jawab sebisanya saja ya.

1. Berapa lama prajab?

Sepertinya sih 2 minggu-an (MFD dan internalisasi) + 3 hari (evaluasi).

2. Tugasnya susah?

Susah sih susah kalau kurang paham pekerjaan kantor, kalau paham sih enggak susah, cuma ya repot aja.

3. Adakah penyiksaan fisik dan mental?

Kalau dari sudut pandang kopassusnya sih bukan penyiksaan, tapi pelatihan.

4.Ada yang enggak lulus?

Saat awal-awal pengarahan tahap evaluasi, pihak penyelenggara cerita ada yang tidak buat laporan. Hmmm, ya, sepertinya ya nasibnya tidak lulus.

5. Ujian penentuan kelulusannya seperti apa?

Banyak faktor. Ada hitung-hitungan persentasinya.

6. Kamar gimana?

Satu kamar diisi tiga siswa.

7. Materi yang diajarin apa?

Banyak, setiap nilai ANEKA ada satu kuliah, dan ditambah materi kuliah pendukung seperti Dinamika Kelompok.

8. Ada baris berbaris?

Ada apel setiap pagi dan malam.

9. Makanannya apa?

Banyak. Ganti-ganti.

Advertisements

2 thoughts on “Sekilas Tentang Diklat Prajabatan Kemenkeu Gol 2 Gel 4

  1. hallo salam kenal.. nama saya zainal boleh mnta emailnya gak? kebetulan saya jg salah satu ccpns kemenkeu 2015, sy mau tanya hal2 seputar diklat prajab, terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s