Ulasan: PK

Jarang-jarang. Banget. Nonton film dari bollywood. Ini pertama kalinya saya mengunduh sendiri sebuah film india untuk ditonton. Jadi ceritanya, pada suatu siang yang membosankan, seorang teman dari Lhokseumawe menghubungi saya. Ia merekomendasikan sebuah film berjudul PK. Sebenarnya saya sedang malas menonton film karena sedang tekun-tekunnya mencoba mengkhatamkan Silmarilion. But, what the hell, why not?  Lagipula saya mulai sebal dengan para elf di dunia ciptaan Tolkien itu; for all their wisdom and longevity, these fancy elves are too fucking obsessed with mere goddamn jewelleries. Yuck.

requ
PK ini film bercerita tentang Alien. Seorang pencuri merampas alat untuk memanggil pesawat ruang angkasanya. Bingung dan sendirian ia terjebak tak bisa pulang. Orang-orang yang ia mintai tolong memberinya jawaban: hanya Tuhanlah yang dapat membantunya. Maka dimulailah pencarian akan Tuhan melalui sudut pandang seorang alien.

boredofcoconutwater

Menyaksikan Alien ini bermanuver atas bermacam budaya dan agama yang tak hanya seakan-akan saling berkontradiksi namun juga dipaksakan kepada setiap individu, berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak dan tersentuh tersedu-sedu. It was very funny but also sad. Sampai setengah film, saya sampai berhenti sejenak untuk memberitahu teman saya bahwa film ini keren dan saya merasa sangat simpati terhadap alien ini.

label

cluelessbreaking

Alien tersebut kemudian bekerja sama dengan Jaggu, seorang pencari berita untuk mengambil alat pemanggil pesawatnya dari seorang figur ahli agama. Menurut saya, mulai dari sini, kualitas cerita agak turun. Meskipun memiliki wajah konsep yang lugu “Wrong Number”, tindak-tanduk si Alien yang diarahkan Jaggu untuk “menyerang” agama jadi seperti menodai keluguan si Alien itu sendiri. Ia menjadi boneka. Alat media untuk meraup keuntungan. It seemed to me, the aggressive public questioning was too violent for his innocent nature. Jaggu’s campaign was effective, but vulgar and annoying. Reminded me of the strong atheist’s braggadocio. This could be delivered more subtly; but, oh well, at least the message was delivered clearly.

Selain pencarian kebenaran tentang Tuhan dan keinginan pulang si Alien. Ada satu lagi unsur yang menjadi sorot utama cerita. Yakni kisah cinta beda agama antara Jaggu seorang hindu, dan Sarfaraz seorang muslim, juga campur tangan si Alien untuk menyatukan mereka berdua meskipun ia sesungguhnya mencintai Jaggu. Ah, saya sesunguhnya ingin membahas lebih lanjut tentang ini, tapi, aduh saya lapar, belum makan lebih dari dua puluh jam hahaha. Yah, pokoknya secara keseluruhan saya sangat puas menyaksikan film ini. Recommended.

Nih sedikit bocoran screenshot lagi:

donlie
Tapi kemudian, dari penghuni bumilah ia belajar untuk berbohong. Dan. Jaggu tahu ia bohong.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s