PENGENALAN AJARAN ILMU EKONOMI AUSTRIA SEBAGAI ALIRAN HETERODOKS

TUGAS MAKALAH BAHASA INDONESIA

 

PENGENALAN AJARAN ILMU EKONOMI AUSTRIA SEBAGAI ALIRAN HETERODOKS

Disusun oleh:

Sasmito Yudha Husada (103010003912)

Kelas: 3-E

 

Mahasiswa Program Diploma III Keuangan

Spesialisasi Kebendaharaan Negara

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

2013

 

KATA PENGANTAR

 

          Dalam makalah ini, penulis mencoba memperkenalkan ilmu ekonomi austria yang termasuk aliran heterodoks. Pengenalan ini dilakukan dengan cara memberikan bandingan terhadap ekonomi mainstream. .

Penulis mencoba semaksimal mungkin dalam pengerjaan makalah ini. Kemungkinan bahwa makalah ini terdapat kekurangan dari segi isi dan bahasa diakui oleh penulis. Kritik dan saran yang bersifat membangun dan memberdayakan demi kesempurnaan makalah ini diinginkan oleh penulis. Semoga makalah ini mampu memperkaya ilmu pembaca.

                                                                                                                Jurangmangu, Januari

2013

Penulis

                                                                                 Sasmito Yudha Husada

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………..     1

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………    2

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………….    3

BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………..     5

A.. Aliran Ekonomi Mainstream dan Heterodoks

1. Ekonomi Mainstream………………………………………………..    5

2. Aliran Heterodoks…………………………………………………….    6

B. Ajaran Austria……………………………………………………………… 11

BAB III PENUTUP: SIMPULAN DAN SARAN ………………….  15

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….  17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Para pemikir dan orang-orang kreatif dalam sejarah manusia biasanya memiliki pemahaman yang luas dalam berbagai disiplin ilmu. Macam-macam disiplin ilmu itu membantu mereka mempelajari dunia melalui berbagai sudut pandang. Dengan segala sejarah dan keterkaitan eratnya dengan politik dan pemerintahan, ilmu ekonomi membuktikan bahwa dirinya pantas untuk dipelajari oleh orang-orang di seluruh dunia.[1]

Ilmu ekonomi yang paling dijadikan pedoman oleh para ekonom di dunia adalah aliran neoklasik dan keynessian, yang biasa disebut aliran ortodoks, atau aliran mainstream. Aliran-aliran yang lebih tidak populer biasa disebut sebagai aliran heterodoks. Dalam aliran heterodoks terdapat bermacam-macam pandangan disiplin ilmu ekonomi, namun satu hal yang cenderung mereka sepakati adalah sikap penolakan yang kritis terhadap ilmu ekonomi mainstream. Salah satu aliran heterodoks yang menarik perhatian saya adalah disiplin ilmu ekonomi Austria(untuk selanjutnya dalam makalah ini akan disebut dengan ajaran Austria).

Ekonomi bukanlah sains yang pasti, ekonomi adalah sains yang penuh kabut, jadi tidak ada kebenaran mutlak dalam aliran-aliran pemikirannya. Para ekonom tidak bisa membuktikan bahwa pemahaman-pemahaman dan hukum-hukumnya benar melalui riset laboratorium seperti layaknya fisikawan. Oleh karena itu, sangat baik untuk pelajar dalam mencoba memahami lebih jauh, apalagi dari sudut pandang yang tidak begitu populer. Melalui makalah tinjauan umum disiplin ilmu ekonomi Austria ini, penulis mengajak pembaca melihat dan memahami ekonomi dari sisi lain.

B. Tujuan Penulisan

1. Menambah ilmu pengetahuan tentang ekonomi.

2. Memperkenalkan aliran heterodoks.

3. Memperkenalkan ajaran Austria.

C. Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah

1. Apa perbedaan ekonomi mainstream dengan heterodoks?

2. Apa keunggulan ajaran Austria?

D. Metode Pengumpulan Data

1. Studi Pustaka

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mainstream dan Heterodoks.

1. Ekonomi mainstream[2]

Istilah ekonomi mainstream merupakan rujukan terhadap ajaran-ajaran ortodoks yang populer dan menjadi panutan utama dalam dunia perekonomian, yang diajarkan secara umum di universitas-universitas dunia. Ekonomi mainstream ini didominasi oleh sintesis neoklasik, dengan mengkombinasikan pendekatan-pendekatan Keynes pada makroekonomi dan metode-metode ekonomi neoklasik pada mikroekonomi. Ciri-ciri ekonomi mainstream adalah mencakup teori pilihan rasional yang berpendapat bahwa individu akan berusaha memaksimalkan utilitasnya, juga menggunakan statistik dan model-model hitungan dalam menunjukkan bagaimana teori-teorinya mengevaluasi perkembangan-perkembangan dunia perekonomian.

2. Aliran heterodoks[3]

Aliran heterodoks ini merupakan istilah untuk menyebutkan bermacam-macam aliran yang berasal dari macam-macam pemikiran yang memiliki sifat penyimpangan atau penolakan terhadap ekonomi mainstream.

Manusia adalah pelaku ekonomi. Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan. Manusia melakukan produksi. Manusia menciptakan pasar. Manusia adalah pemeran utama dalam kegiatan perekonomian. Manusia tidak sepenuhnya rasional. Manusia mempengaruhi dan dipengaruhi bermacam-macam kebiasaan, rutin, budaya, tradisi, yang tercatat dalam sejarah. Fakta, nilai-nilai masyarakat, pihak yang berkuasa, dan unsur-unsur kualitatif lainnya sesungguhnya mempengaruhi manusia sebagai pelaku ekonomi. Teori-teori ekonomi bisa keliru akibat keragaman ini, maka pendekatan bermacam sudut pandang dianjurkan.

Ekonomi mainstream cenderung membuang sejarah dari kerangka analisisnya dan berpedoman kepada perhitungan matematis. Sementara aliranheterodoks cenderung lebih memperhatikan sejarah dengan lebih serius. Namun kecenderungan ini bukan berarti aliran heterodoks hanyalah seputar kajian sejarah saja, melainkan demi menunjukkan bahwa teori-teori ekonomi sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial-sejarahnya.

Sistem ekonomi itu sangat kompleks, selalu berubah, dan sukar diprediksi. Maka model-model kesetimbangan yang berulang kali digunakan dalam ekonomi mainstream semestinya ditinjau dengan skeptisme. Beberapa ekonom heterodoks dari ajaran ekologi percaya bahwa, trio suci neoklasik yang terdiri dari rasionalitas, kerakusan, dan kesetimbangan seharusnya diganti dengan perilaku bertujuan, kepentingan tercerahkan, dan keberlanjutan.

Teori-teori terkait individu dan teori-teori terkait agregat memang berguna. Namun, masing-masing tidak bisa dipahami ketika dipisahkan satu sama lain. Dengan ini, beberapa pendekatan heterodoks menyatakan bahwa pemisahan makroekonomi dan mikroekonomi dalam ekonomi mainstream merupakan hal yang tak bermakna. Misalnya, pada ekonom institusionalis, institusi dilihat sebagai unit dasar analisis yang beroperasi melalui individu. Institusi beroperasi sekaligus dalam tingkat makro dan mikro. Lain lagi dengan analisis teori Marxist, yang menggunakan kelas sebagai unit dasar sehingga konsepsi pemisahan makro mikro tidak lagi ada. Argumen-argumen dari heterodoks menyatakan bahwa pemisahan makro mikro ini akan mendangkalkan.

Berikut ini merupakan tabel adaptasi dari Knoedler and Underwood(2003) yang berusaha menunjukkan contoh-contoh utama perbedaan kontras yang fundamental mainstream dan heterodoks.

Mainstream/Ortodoks Heterodoks
1. Ekonomi adalah kajian pilihan dalam kondisi kelangkaan. 1.Ekonomi merupakan proses sosial dalam menyediakan kebutuhan orang-orang, bukan sekadar pilihan dan kelangkaan.
2. Pelaku ekonomi dimotivasi oleh pemikiran rasional dalam memaksimalkaan kepuasannya melalui konsumsi. 2. Kelangkaan dan keinginan-keinginan orang itu didefinisikan oleh situasi sosial.
3. Ekonomi adalah sains positif yang bebas dari nilai-nilai dan merupakan pengetahuan objektif. Ekonom berperan dalam analisis sains positif. 3. Ekonomi tidak bebas dari nilai-nilai dan ideologi memberi pengaruh cara ekonom dalam melakukan analisis dan mencari kesimpulan.
4. Sejarah pemikiran ekonomi adalah subyek spesial yang tidak perlu dalam memahami teori ekonomi jaman sekarang. 4. Sejarah pemikiran ekonomi sangat kritis dalam menentukan pemahaman terhadap dasar prinsip ekonomi.
5. Individu dipahami dan dikaji sebagai entitas yang terpisah sebagai unit dasar dalam analisis ekonomi. 5. Individu harus dikaji sebagai makhluk yang kompleks dan terkait dengan pemahaman operasi ekonomi yang menyeluruh.
6. Perekonomian dan pasar cenderung menemukan keseimbangan. Keseimbangan menjadi konsep utama dalam ekonomi. 6. Meskipun keseimbangan adalah konsep yang bermanfaat, perekonomian cenderung tidak menemukan keseimbangan, maka ekonomi harus fokus kepada proses dinamis dibandingkan dengan keseimbangan.
7. Nilai dan harga dalam  pasar bebas merupakan faktor penting dalam menuju efisiensi pasar. Apapun yang menggangu nilai pasar bebas, mengurangi efisiensi, dan berujung kepada beban yang harus ditanggung masyarakat. 7. Penilaian adalah sebuah proses sosial.

8. Meskipun kebebasan pasar dipercaya sebagai cara ideal meraih efisiensi dan kesejahteraan sosial, namun banyak terjadi kegagalan pasar yang memerlukan campur tangan pemerintah.8. Pasar-pasar merupakan institusi sosial, yang tidak akan pernah mencapai hasil seperti yang diandaikan ekonomi mainstream. Sementara kegagalan-kegagalan pasar yang disampaikan oleh ekonomi mainstream, memang merupakan ciri esensial pasar.9. Distribusi harta dan pendapatan tergantung kepada produk marjinal individu, ditentukan oleh karakteristik mereka.9. Distribusi terbentuk oleh keanggotaan individu dalam kelompok-kelompoknya, tergantung kepada ras, kelas, jenis kelamin, dan tingkat kekuasaan relatif yang dimiliki oleh kelompok-kelompok tersebut pada masyarakat.10. Alam, yang merupakan sumber dari segala energi, material, dan tempat penyimpanan dari segala limbah, tidak diperlukan(hanya komplementer) elemen dalam produksi.10. Kesadaran terhadap ekologi merupakan antar muka ekonomi dengan ekologi, dengan kesatuan keberlangsungan ekonomi dan prinsip biofisik, merupakan esensi dalam memahami proses ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Ajaran Austria Sebagai Salah Satu Ajaran Heterodoks[4]

Apa yang diketahui tentang ajaran ini sekarang, telah menempuh banyak perubahan melalui berbagai kebijaksanaan generasi ke generasi. Perubahan menuju perbaikan terus terjadi, namun prinsip utamanya tetap sama.

Carl Menger, seorang ekonom Austria, menerbitkan buku berjudul, “Principles of Economics” pada tahun 1871. Dia dianggap menjadi pendiri ajaran Austria, dan bukunya menjadi pilar revolusi teori marjinal. Dalam bukunya, ia menjelaskan bahwa nilai ekonomi barang dan jasa adalah subjektif. Lebih lanjutnya, ia menyatakan bahwa, seiring peningkatan jumlah barang dan jasa, maka nilai subjektif itu akan menurun. Hal ini menjadi inspirasi dan dasar utama pengembangan konsep diminishing of marginal utility.

Selanjutnya, seorang pemikir hebat lain dari Austria yang bernama Ludwig von Mises mengaplikasikan teori utilitas marjinal ke dalam buku terbitannya pada tahun 1912 yang berjudul, “Theory of Money and Credit.” Pengaplikasian teori itu membantu dalam menjawab pertanyaan: seberapa banyakkah itu uang yang terlalu banyak? Di sini, jawabannya juga subjektif. Satu dolar di tangan orang kaya tidak akan menghasilkan pengaruh yang banyak, namun akan berbeda lagi jika satu dolar itu ada di tangan orang miskin.

Selain Carl Menger dan Ludwig von Mises, juga ada nama-nama besar lain seperti Eugen von Bohm-Bawerk, Friedrich Hayek, dan lainnya lagi yang berpartisipasi dalam ajaran Austria. Prinsip-prinsip dasar ajaran Austria telah memberikan sumbangsih inspirasi ke dalam berbagai isu ekonomi, seperti yang terkait dengan hukum penawaran permintaan, penyebab inflasi, teori penciptaan uang, dan operasi pertukaran uang asing. Ajaran Austria cenderung menyimpang dari pandangan mainstream terkait isu-isu tersebut.

Berikut merupakan sebagian dasar ajaran Austria:

1. Metodologi

Ajaran Austria menggunakan logika berpikir a priori(seseorang bisa berpikir sendiri tanpa pengaruh dari luar) dalam mencoba memahami hukum-hukum ekonomi dan penerapan universalnya, ketika ekonomi mainstream cenderung menggunakan data dan model matematika untuk membuktikan pendapat mereka secara objektif

2. Penentuan Harga

Ajaran Austria menjunjung tinggi subjektivitas individu dalam menentukan harga barang, yakni individulah yang menentukan untuk membeli atau tidak membeli. Sementara ekonomi mainstream bersikukuh bahwa harga ditentukan oleh ongkos produksi dan keseimbangan permintaan penawaran. Ajaran Austria menolak pernyataan mainstream itu karena ongkos produksi itu tergantung dari kelangkaan relatif sumber daya yang tersedia, sementara keseimbangan permintaan dan penawaran juga tetap tergantung kepada keinginan individu.

3. Penentuan Tingkat Bunga

Ajaran Austria menolak pandangan mainstream bahwa tingkat bunga ditentukan oleh penawaran permintaan modal. Ajaran Austria bersikukuh bahwa tingkat bunga ditentukan oleh keputusan individu, yakni terkait preferensi waktu belanja, “Sekarang atau nanti?”

4. Pengaruh Inflasi

Ajaran Austria percaya bahwa, peningkatan jumlah uang beredar yang tidak disertai dengan peningkatan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kenaikan harga, namun semua kenaikan harga itu tidak berlangsung sekaligus. Harga beberapa barang akan meningkat lebih cepat, menyebabkan ketidakseimbangan harga. Contoh: Saya seorang mekanik masih saja menerima jumlah pendapatan yang sama, ketika teman saya yang menjadi pedagang telur menerima kenaikan pendapatan, jadi kemampuan saya membeli telur berkurang ketika pendapatan saya tetap, saya semakin kesulitan mendapatkan telur, sementara pedagang telur menjadi beruntung. Itulah inflasi, ketika terjadi ketidakseimbangan harga, jika semua harga naik sekaligus, tentu tidak akan ada artinya bagi saya dan pedagang telur.

5. Siklus Bisnis

Ajaran Austria bersikukuh bahwa siklus bisnis disebabkan oleh gangguan tingkat bunga akibat campur tangan pemerintah yang berupaya mengontrol uang. Ketidaktepatan alokasi modal akan terjadi jika tingkat bunga dipaksakan tetap rendah atau tetap tinggi oleh campur tangan pemerintah.

6. Penciptaan Pasar

Ajaran Austria memiliki pandangan bahwa mekanisme pasar merupakan sebuah proses, bukan sebuah hasil dari desain pemaksaan bentuk. Orang-orang menciptakan pasar dengan tujuan-tujuan untuk meningkatkan hidup mereka, bukan dengan kesengajaan desain. Jadi jika ada beberapa orang yang tidak mengerti mekanisme pasar terdampar dalam sebuah pulau, cepat atau lambat interaksi mereka akan menyebabkan terbentuknya proses mekanisme pasar.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Aliran heterodoks timbul dari macam-macam pendapat yang menolak sepenuhnya atau sebagiannya dari apa-apa yang sudah menjadi ajaran ekonomi mainstream. Pendapat-pendapat itu biasanya berdasarkan pemikiran-pemikiran yang menghubungkan banyak nilai-nilai lain di luar keobjektifan matematis ekonomi mainstream. Ajaran Austria sendiri menjadi salah satu bagian aliran heterodoks yang dengan keras mendukung pandangan-pandangan yang lebih objektif terhadap elemen-elemen pasar. Ajaran Austria unggul dalam pemahamannya yang menjunjung tinggi peran individual dalam pasar, dan juga telah memberikan sumbangsih kepada teori-teori ekonomi secara menyeluruh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Saran

            Memahami ekonomi dengan akurasi objektif itu masih belum cukup. Dibutuhkan banyak integrasi disiplin ilmu lain.  Hal ini diungkapkan dengan tajam oleh kata-kata Friedrich Hayek dalam buku The Dilemma of Specialization: “Fisikawan yang hanya seorang fisikawan, masih mampu menjadi fisikawan ahli yang berharga bagi masyarakat. Namun tidak ada ekonom yang menjadi hebat dengan hanya menjadi ekonom saja, ah dan bahkan saya tergoda untuk menambahkan bahwa, ekonom yang hanya memahami ekonomi, sangat mungkin untuk menjadi pengganggu, jika tidak … menjadi penyebab bahaya.”5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

[5]Hayek, F. A. 1967. The Dilemma of Specialization. Chicago: U. of         Chicago Press.

[2]Istilah. “Mainstream economics”. Investopedia.

[Http://www.investopedia.com/terms/m/mainstream–    economics.asp#axzz2HUfs4855].

[3]Mearman, Andrew. 2007. The Handbook for Economics Lecturers;        Teaching heterodox economics concepts. University of the West of     England: The Economics Network.

[1]Murphy, R. P. 2010. Lesson for the Young Economist. Alabama: Ludwig von Mises Institute.

[4]Singh, Manoj. 2011. “Austrian School of economics”. Investopedia.

[http://www.investopedia.com/articles/economics/09/austrian-        school-of-economics.asp#axzz2HUfs4855].

Advertisements

Naskah Pidato Saya: Sisi Buruk Statism

Sasmito Yudha Husada

3-E/29

Salam sejahtera untuk kita semua. Semangat belajar untuk teman-teman mahasiswa. Semangat mengajar untuk Bapak Dosen Sukasdi. Saya di sini akan menyampaikan pidato tentang sisi buruk dari statism. Saya mengharapkan pidato ini akan mampu menyentil kesadaran kita. Karena kita memiliki potensi untuk turut membentuk negara ini dari dalam. Our state. Our ugly statism mechanism.

Kata statism itu sendiri berasal dari kata state yang bermakna negara. Statism adalah paham yang menyatakan bahwa, adanya sebuah pemerintahan yang memiliki kuasa atas ekonomi dan kebijakan-kebijakan umum, merupakan cara ideal untuk mengatur manusia bermasyarakat. Macam-macam statism misalnya adalah: minarchism, totalitarianism, welfare state, dan sebagainya.

Sebelum membahas keburukan statism lebih jauh, saya akan memperkenalkan filosofi kemerdekaan. Mengapa? Karena kemerdekaan adalah salah satu korban utama dari statism.

Teman-teman hidup dalam masa depan, sekarang, dan lampau. Ketiganya terwujud dalam nyawa, kemerdekaan, dan hasil jerih payah nyawa atas kemerdekaan yang biasa disebut properti.

Kehilangan nyawa berarti kehilangan masa depan, contohnya adalah pembunuhan. Kehilangan kemerdekaan berarti kehilangan masa sekarang, contohnya adalah perbudakan. Kehilangan properti berarti teman-teman telah kehilangan sebagian masa lalu, contohnya adalah perampokan.

Teman-teman berhak melindungi diri dari ancaman-ancaman itu. Teman-teman berhak mencari pemimpin untuk mengkoordinasikan perlindungan. Namun teman-teman tidak berhak memaksakan sistem kepemimpinan itu kepada orang lain yang tidak mengkehendakinya, apalagi jika dalam sistem kepemimpinan itu terdapat banyak sekali pelanggaran-pelanggaran kemerdekaan seperti yang terjadi pada statism.

Properti, nyawa, dan kemerdekaan terus terancam dan tertindas akibat statism. Pajak merupakan perampokan oleh negara, sebuah pelanggaran properti. Perang dan eksekusi merupakan pembunuhan oleh negara, sebuah pelanggaran hak hidup. Wajib militer merupakan perbudakan oleh negara, sebuah pelanggaran kemerdekaan. Dan banyak lagi.

Statism membentuk susunan masyarakat menjadi bertingkat-tingkat dan terkonsentrasi seperti gunung. Penguasa-penguasa di atas menginjak yang ada di bawahnya. Posisi-posisi puncak ini sungguh menarik banyak orang. Termasuk orang-orang rusak yang tergiur akses terhadap sumber daya terkait posisi puncak yang diincarnya. Bagaimana jika orang-orang rusak ini yang berhasil berada di puncak? Bukankah itu yang sesungguhnya berulang kali terjadi di dunia ini?

Salah satu contoh paling nyata dan keras bahwa orang-orang rusak itu berada di puncak-puncak statism adalah perang. Dalam sebuah perang, apapun kata-kata indah yang menghiasinya, entah itu patriotisme, entah itu perang suci, entah itu revolusi, entah itu pembebasan, tetap saja merupakan sebuah akumulasi dari pelanggaran filosofi kemerdakaan dalam bentuk pembunuhan, perampokan, dan perbudakan.

Mari pikir dengan akal sehat. Apakah teman-teman mau dibunuh? Apakah teman-teman mau rumah teman-teman dibom? Apakah teman-teman mau ayah teman-teman dipaksa bertaruh nyawanya di medan perang atas perintah orang-orang dari puncak statism? Apakah pembunuhan, perampokan, perbudakan oleh negara itu baik?

Mari mengingat sejarah. Mengapa perang terjadi berulang-ulang? Salah satu alasannya adalah pemimpin puncaknya rusak, korup, dan busuk yang mendapatkan kekuasaannya melalui statism.

Orang-orang macam ini mudah mencari statism, karena statism sudah mengakar dan dipuja berbagai negara. Sisi narcissm dari statism mewujud pada batas-batas wilayah imajiner yang memecah belah ras manusia. Membuat mereka yang dungu terlibat kebanggaan palsu statism. Seperti:

“Negaraku lebih besar dari negaramu.”

“Negaraku punya minyak, kamu tidak.”

“Negaraku punya pariwisata yang jauh lebih menarik daripada negaramu.”

Dari statism, akan muncul nationalism. Dari nationalism, masyarakat mudah diarahkan untuk menumbuhkan nationalism yang buruk. Pernahkah teman-teman selama ini mendengar orang-orang mengutarakan amarahnya terkait konflik Indonesia-Malaysia, dan mereka mengucapkan kata-kata keji beraroma kekerasan? Bahkan menyeru-nyerukan perang?!

Einstein, seorang fisikawan brilian pernah berkata, “Nasionalisme adalah penyakit kekanak-kanakan. Sebuah campak bagi ras manusia.”

Jika perang adalah penyakit keras yang dah terdeteksi oleh perhatian kita. Maka perpecahan masyarakat menjadi kelas-kelas akibat hierarki statism itu merupakan penyakit yang lebih tersembunyi, umpama HIV dalam sunyi yang menanti saat untuk berubah menjadi AIDS.

Oppenheimer mengutarakan bahwa, ada dua cara untuk mendapatkan harta. Yaitu melalui cara-cara politik dan cara-cara ekonomi. Harta yang didapat melalui cara-cara politik melibatkan pelanggaran-pelanggaran filosofi kemerdekaan dengan paksaan-paksaan hukum statism. Harta dari cara-cara politik cenderung tidak produktif dan penuh kebusukan. Sementara harta yang didapat melalui cara-cara ekonomi didapat melalui interaksi yang dikehendaki oleh masing-masing pihak. Harta dari cara-cara ekonomi cenderung produktif dan memberdayakan. Dalam statism terjadi net gain bagi penguasa, dan net loss bagi pasar.

Maksudnya adalah, statism menyebabkan masyarakat terbagi menjadi berkelas-kelas. Yaitu kelas yang berkuasa dan mampu mengeruk manfaat dari keberadaan negara atau state, contohnya adalah para pejabat dan pegawai yang menikmati pajak tanpa hasil kerja yang setimpal, juga pengusaha-pengusaha besar yang mendapatkan keuntungan-keuntungan akibat lobi dan kerja sama busuknya dengan pihak-pihak pemerintah melalui politik dalam tangga hierarki statism.

Kelas yang satu lagi terdiri dari pihak-pihak yang tertindas akibat keberadaan negara atau state, contohnya adalah pedagang-pedagang kecil menengah yang menderita akibat dirampas hartanya melalui pajak, dipersulit usahanya dengan peraturan-peraturan birokrasi penuh pungli dan pemerasan, juga masyarakat yang menderita karena properti-properti leluhurnya dirampas oleh negara untuk kedian dieksploitasi dengan sewenang-wenang.

Namun ingat! Orang-orang yang di kelas atas bisa sewaktu-waktu turun ke bawah, dan yang di bawah bisa sewaktu-waktu naik ke atas. Orang-orang yang berada di atas, akan terus berusaha melindungi posisinya dengan berbagai cara. Dengan pencitraan, dengan pengalihan isu, dengan indoktrinasi dan edukasi yang mendukung pemujaan terhadap statism. Mereka juga bahkan tidak ragu melaksanakan kekerasan, eksekusi, dan pembunuhan untuk melindungi tahta mereka.

George Carlin, seorang komedian tenar dari Amerika Serikat pernah berkata kurang lebih begini, “Kelas atas akan terus menikmati uangnya, kelas tengah akan terus membayar pajak dan bekerja keras, sementara kelas yang paling bawah, yang miskin dan dianggap memiliki kehidupan menderita, berperan sebagai alat untuk menakut-nakuti kelas menengah untuk terus bekerja keras sebagai budak kelas atas demi menyelamatkan diri dari kemelaratan kelas bawah.”

Masih banyak lagi yang bisa dibicarakan terkait sisi buruk statism. Namun cukuplah sampai di sini penyampaian saya. Jika dalam hati teman-teman bertanya-tanya, lalu apakah alternatif dari statism? Tentu banyak juga jawabannya dari berbagai versi, namun dari saya sendiri, menyarankan, cari tahulah Agorism. Tidak perlu melawan statism dengan kekerasan atau perang, kalau kita bisa menghadapinya dengan counter-economics dalam Agorism.

 

RAB

SASMITO YUDHA HUSADA

3-E

KEBENDAHARAAN NEGARA

 

 

 

RINCIAN ANGGARAN BIAYA

PEMBANGUNAN GEDUNG OLAH RAGA STAN

TAHUN ANGGARAN 2013

 

 

 

 

 

 

KODE/KEG/SUBKEG/AKUN URAIAN RINCIAN PERHITUNGAN VOL SATUAN BIAYA BIAYA SATUAN JUMLAH
015.11.04.1738 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma Keuangan   1 KEG   45.012.098.750
009 Gedung dan Bangunan          
012 Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan          
521211 Belanja Bahan         2.568.750
  Biaya makan rapat biasa (Banten) 25 ORG x 3 KL x 1 HR 75 OK 32.000 2.400.000
  Biaya fotocopy rapat 25 ORG x 3 KL x 15 LBR 1.125 OK 150 168.750
533115 Belanja Modal perencanaan dan pengawasan Gedung dan Bangunan         9.530.000
  Honorarium pejabat pengadaan barang dan jasa 5 ORG x 1 KEG 5 OK 1.900.000 9.500.000
  Fotocopy lembar PBJ 200 LBR x 1 KEG 200 LBR 150 30.000
533111 Belanja Modal Gedung dan Bangunan 1 KEG       45.000.000.000
  Uang Muka Kontrak 1 KEG 1 KEG 5.000.000.000 5.000.000.000
  Biaya Pembayaran termin 1-4 1 KEG 1 KEG 40.000.000.000 40.000.000.000

 

 

KAK

SASMITO YUDHA HUSADA

3-E

KEBENDAHARAAN NEGARA

 

 

KEMENTERIAN KEUANGAN

KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE

KELUARAN (OUTPUT) GEDUNG OLAHRAGA KAMPUS STAN TA 2013

Kementerian Negara/Lembaga      : Kementerian Keuangan

Unit Eselon I/II                                 : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan /                                                                  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Program                                             : Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kemenkeu

Hasil                                                   : SDM yang Berintegritas dan Berkompetensi Tinggi

Kegiatan                                             : Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan

Pendidikan Program Diploma Keuangan

Indikator Kinerja Kegiatan              : Terwujudnya Gedung Olahraga yang dapat                                                                     digunakan oleh seluruh warga kampus di                                                                        lingkungan kampus STAN

Keluaran                                             : Gedung Olahraga di lingkungan kampus STAN

Volume                                               : 10.000

SatuanUkur                                        : meter kubik (M2)

 

 

 

A.Latar Belakang

1.   Dasar Hukum

a.       Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah

b.      Nomor 08/PMK.02/2006. Tentang Kewenangan Pengadaan Barang / Jasa pada Badan Layanan Umum

 

2.     Gambaran Umum

Reformasi pada bidang penganggaran dalam rangka pelaksanaan good governance, sekarang telah mulai berjalan.  Ditandai dengan terbitnya Undang – Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang- Undang No. 1 tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara, dan berbagai peraturan – peraturan turunannya. Namun sangat disayangkan, kinerja pemerintahan sampai saat ini masih belum maksimal, salah satu penyebabnya adalah SDM kita yang belum mampu untuk mengikuti pergerakan reformasi. Oleh karenanya, demi terciptanya SDM yang Berintegritas dan Berkompetensi Tinggi maka diadakan kegiatan Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma Keuangan yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Terbentuknya Sumber Daya Manusia tentunya tidak terlepas dari fasilitas yang disediakan oleh STAN seperti tenaga pengajar, gedung perkuliahan dan fasilitas – fasilitas penunjang pembelajaran di dalamnya. Mahasiswa STAN diharapkan tidak hanya berprestasi di bidang akademik tapi juga non akademik termasuk partisipasinya dalam Pekan Olahraga Perguruan Tinggi Kedinasan. Sayangnya, STAN belum memiliki Gedung Olahraga yang dapat menunjang kegiatan Pekan Olahraga tersebut secara ideal. Sehingga demi menunjang kegiatan tersebut maka dibangunlah Gedung Olahraga yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menunjang prestasi non akademik mahasiswa STAN dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

 

B.Maksud dan Tujuan :

1.      Meningkatkan SDM di STAN baik dalam bidang akademis maupun non-akademis

2.      Memberikan Fasilitas kepada mahasiswa STAN terutama dalam pengembangan minat dan bakat dalam bidang olahraga

3.      Mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam rangka pemberlakuan reformasi penganggaran.

 

C.Penerima Manfaat

1.      Para mahasiswa STAN

2.      Para pihak lain yang berkepentingan

 

 D.Strategi Pencapaian Keluaran

1.    Metode Pelaksanaan

Pengadaan Gedung Olahraga diawali dengan perencanaan pemilihan tempat gedung olahraga di lingkungan STAN, serta perencanaan lainnya yang berkaitan dengan tata cara pengadaan Gedung Olahraga.  Rekanan yang bertanggung jawab dalam pembangunan Gedung Olahraga ditentukan dengan menggunakan metode pelelangan umum pasca kualifikasi metode dua tahap dengan sistem gugur.

 

2.     Tahapan Kegiatan

 

a.    Pengumuman

Pengumuman kegiatan pembangunan gedung Olahraga kepada calon rekanan melalui website STAN, surat kabar nasional, serta website portal berita nasional selama 1 bulan

 

b.   Pendaftaran dan Pengambilan dokumen

Calon rekanan pendaftar mendaftarkan diri dengan membawa arsip dokumen yang disyaratkan, kemudian mengambil dokumen pengadaan yang telah disediakan pejabat pembangunan gedung olahraga pada tanggal yang telah ditentukan.

 

c.  Pemberian penjelasan;

Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan, serta dihadiri oleh para peserta yang terdaftar. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran.

 

d.  Pemasukan Dokumen Penawaran;

Metode pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Dokumen Penawaran meliputi: a) surat penawaran yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan mencantumkan harga penawaran; b) Jaminan Penawaran asli; c) rincian harga penawaran (daftar kuantitas dan harga), apabila diperlukan; d) surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan); e) surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada); f) dokumen penawaran teknis; g) formulir rekapitulasi perhitungan TKDN; h) dokumen isian kualifikasi; dan i) dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan (apabila ada)

 

e.  Pembukaan Dokumen Penawaran;

Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran.

 

f.   Evaluasi penawaran;

Sebelum evaluasi penawaran, dilakukan koreksi aritmatik. Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat

 

g.   Evaluasi kualifikasi;

Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada.

 

h.   Pembuktian kualifikasi;

Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya.

 

i.   Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan;

BAHP merupakan kesimpulan dari hasil evaluasi administrasi, teknis dan harga yang dibuat oleh pejabat pengadaan gedung olahraga dan ditandatangani oleh paling kurang (1/2) seperdua dari jumlah anggota pokja unit pengadaan. BAHP bersifat rahasia sampai dengan pengumuman pemenang

 

j.  Penetapan pemenang;

Pejabat pengadaan membuat Surat Penetapan Pemenang berdasarkan BAHP

 

k.  Pengumuman pemenang;

Pengumuman pemenang lelang dan pemenang cadangan 1 dan 2 diumumkan di website STAN, surat kabar nasional, dan portal berita nasional.

 

l.  Sanggahan;

Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada pejabat pengadaan dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang, disertai bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan kepada PPK, PA/KPA dan APIP K/L/D/I yang bersangkutan.

 

m.  Penunjukan Rekanan.

ULP menyampaikan BAHP kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

 

n.  Pelaksanaan

Pembangunan dilaksanakan di lingkungan STAN oleh pihak ketiga dengan kontrak yang disepakati berdasarkan peraturan yang berlaku

 

o.  Pembayaran

Pembayaran kepada rekanan dilakukan dengan metode LS setelah pembangunan gedung olahraga selesai.

 

p.  Serah terima

dilakukan proses serah terima gedung olahraga yang telah selesai dibangun dari rekanan kepada pemerintah.

 

 

 

 

E.       Jadwal waktu dan Tempat pelaksanaan

:

Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan (Triwulan)

      I      II     III      IV     V     VI     VII    VIII
pengumuman

X

Pendaftaran dan

X

pengambilan dokumen

X

pemberian penjelasan

X

Pemasukan dokumen

X

pembukaan Dokumen

X

Penawaran

X

evaluasi penawaran

X

evaluasi kualifikasi

X

pembuktian kualifikasi

X

pembuatan Berita Acara

X

Hasil Pelelangan

X

penetapan pemenang

X

pengumuman pemenang

X

sanggahan

X

Penunjukan Rekanan

X

Pelaksanaan

X

X

X

X

X

X

X

Pembayaran

X

Serah Terima

X

 

 

F. Waktu Pencapaian Keluaran

Seluruh kegiatan tersebut di atas harus dapat dicapai dalam tahun 2013

 

G. Pembiayaan

Untuk melaksanakan kegiatan ini, dibutuhkan biaya sebagaimana RAB terlampir.

 

H. Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dijadikan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kegiatan

 

 

 

  

Jakarta, September  2012

                                                                                                               Kepala/Direktur         

 

 

 

                                                                                                                 

 ……………………….                                                                                 NIP:……………………….

Tugas SIMK : CERT, CSIRT, dan ID SIRTII

 Computer  Emergency Response Team (Coordination Center), sebuah pusat koordinasi dari bermacam CERT yang berfungsi untuk merespon hubungan rantai terlemah dalam suatu sistem. Ada 4 Jenis :

1. Sector CERT, response team yang bertujuan mengamankan sektor-sektor tertentu, komunitas tertentu, seperti universitas, rumah sakit, dll.

2. Internal CERT, response team yang mengamankan hubungan internal suatu badan besar yang luas, tersebar di mana-mana.

3. Vendor CERT, response team terkait pengamanan vendor suatu teknologi kepada penggunanya, seperti yahoo, microsoft.

4. Commercial CERT, response team yang sengaja menawarkan jasa pengamanan informasi, sesuai permintaan konsumen.

CSIRT, Computer Security Incident Response Team, individu atau organisasi yang menangani masalah-masalah informasi, bertujuan meminimalkan dampak kerusakan dari insiden, memulihkan kerusakan, dan melakukan pencegahan. Menjadi organ yang melakukan kontak langsung dengan masalah, mengidentifikasinya, menentukan kebijakan, melakukan penelitian, membagi pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap risiko-risiko.

ID-SIRTII, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure lahir melalui Peraturan  Menteri  Komunikasi  dan  Informatika  Republik Indonesia  Nomor  26/PER/M.KOMINFO/5/2007  tentang  Pengamanan Pemanfaatan Jarinan Telekomunikasi berbasis Protokol Internet. Merupakan lembaga  CSIRT  untuk  tingkat  nasional  Indonesia.

Tugas SIMK : Cybercrime, DigSign, Social Engineering, Hack & Crack

Cybercrime

terdiri dari kata Cyber dan Crime. Cyber merupakan ruang lingkupnya, konteksnya, yaitu media, jaringan, sistem elektronik, dunia maya. Crime merupakan apa yang terjadi, yaitu kriminal, ada pihak yang dirugikan secara tidak bertanggungjawab.

Yang terjadi, bisa merupakan kejahatan khusus yang hanya bisa terjadi di dunia maya itu, contoh : spamm, hack password, infiltrasi virus, akses illegal. Atau bisa juga kejahatan yang mungkin terjadi tanpa melalui dunia maya namun melalui dunia maya menjadi efektif seperti penipuan, pemerasan, dan lain-lain

Digital Signature

Signature dalam praktek sehari-hari berfungsi untuk mengetahui, untuk menandai, mengidentifikasi, dengan unik seseorang, misalnya dengan signature berupa tanda tangan.

Dalam dunia digital, maka signature berfungsi sebagai penanda data yang sesungguhnya.
Social engineering

Teknik mencuri informasi dari media-media dunia maya yang digunakan manusia untuk bersosialisasi
Crack,Hack,Cracker dan Hacker

Crack adalah perbuatannya, Cracker adalah pelakunya. Kalau yang ini, membobol suatu sistem tanpa peduli kerusakan yang dia akibatkan pada sistem asal tujuannya tercapai. Biasanya merusak sistem perlindungan pada suatu produk berbayar supaya bisa gratis.

Sementara Hack, perbuatan, dan Hacker pelakunya, menyusupi sistem dengan lebih sopan, sebisa mungkin perbuatannya tidak diketahui sistem dan meraih tujuan tanpa merusak. Biasanya sih tujuannya cuma ngetes keamanan.

TUGAS SIMK : PAYPAL

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PAYPAL ?

Alat Pembayaran. Serupa dengan rekening bank. Bersifat online, dan memang untuk belanja online.

BAGAIMANA MEKANISMENYA ?

Gunakan paypal pada online shop yang memang bisa menggunakan paypal, pilih opsi paypal,  bisa ke 190  lebih negara di seluruh dunia,   bayar dengan aman menggunakan paypal balance,  credit card, atau bank account.  Penerima  transfer nanti bisa memindah  bukukan  ke  rekening banknya sendiri.

APA MANFAATNYA?

Dengan paypal anda bisa belanja secara online dengan lebih cepat dan aman. Paypal melindungi pembeli dengan memberi waktu komplain selama empat puluh lima hari sejak transaksi. Pembeli bisa melakukan komplain jika barang yang dipesan tidak sesuai deskripsi, atau barang belum diterima. Paypal juga melindungi penjual dengan adanya catatan transaksi di akun pembeli dan penjual. PayPal memungkinkan pelanggan melakukan pengiriman data secara instan tanpa delay, memungkinkan seseorang untuk mengirimkan dana keluar negeri,  memungkinkan seseorang untuk melakukan cash withdrawal, dan sebagainya.

Tugas SIMK : Algoritma USM STAN

Algoritma, yang akan dikerjakan dalam tugas ini adalah, serangkaian langkah-langkah untuk mencapati suatu tujuan yang sesuai dengan logika-logika terkait.

1. Peserta mendaftarkan diri, sekaligus menyerahkan berkas.

2. Kelengkapan dan kesesuaian berkas dievaluasi oleh panitia, salah satunya adalah dengan menginput nilai peserta kepada sistem.

3.  Ketika terdapat rata-rata nilai yang di bawah 7,5 maka peserta itu tidak lulus. Di atas itu lulus, namun harus sesuai dengan poin 4, dan dimensi evaluasi berkas lain yang tidak ditulis pada algoritma ini.

4.  Ketika nilai Bahasa Indonesia berada di bawah 7 maka peserta tidak lulus. Di atas itu lulus, namun harus sesuai dengan poin 4, dan dimensi evaluasi berkas lain yang tidak ditulis pada algoritma ini.

5. Peserta yang lulus uji berkas, kemudian mengikuti ujian tertulis.

6. Peserta mengerjakan soal ujian sesuai ketentuan yang telah diatur.

7. Panitia mengevaluasi hasil ujian, jawaban benar mendapat poin 4, jawaban salah -1, jawaban kosong 0.

8. Panitia menyortir peringkat dari nilai tertinggi hingga terrendah, dan dari peringkat 1-1000 lulus usm stan, sisanya tidak lulus.

Petaka Perpajakan Dalam Keruntuhan Kekaisaran Romawi Kuno

Petaka Perpajakan Dalam Keruntuhan Kekaisaran Romawi Kuno

Oleh

Sasmito Yudha Husada

2B KBN

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Konten Makalah : Sekilas Tentang Romawi, Perpajakan Romawi Kuno, Petaka Tak Terhindarkan, Kesimpulan, dan Hal Menarik.

Pendahuluan

Keuangan Publik?

Keuangan merupakan sebuah kata dasar uang yang diberi imbuhan ke-an dan memiliki mana ‘Hal yang berhubungan dengan uang’. Di mana Uang merupakan konsekuensi logis dari keadaan yang menuntut adanya medium untuk lebih lancarnya kegiatan transaksi ekonomi. Sementara jika Keuangan yang dimaksud adalah Finance, maka dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat meningkatkan, mengalokasikan, dan menggunakan sumber daya uang mereka.

Publik, dapat dimaknai sebagai terjemahan Publik sehingga dapat memiliki beberapa arti sebagai berikut : Publik diartikan sebagai Umum, memiliki  contoh penerapan di Public Ownership, Public Service Corp, Public Switched Network, dan Public Utility. Publik diartikan sebagai Masyarakat, memiliki contoh penerapan istilah pada Public Relationship, Public Service, Public Opinion, dan Public Interest. Publik diartikan sebagai Negara, memiliki contoh penerapan istilah pada Public Authorities, Public Building, Public Finance, Public Revenue, dan Public Sector. Publik dalam padanan bahasa Indonesia adalah Praja yang berarti Rakyat. Publik bisa juga diartikan sebagai sejumlah orang yang memiliki kesamaan berfikir, kesamaan perasaan, kesamaan harapan, kesamaan sikap, dan kesamaan tindakan yang benar berdasarkan nilai-nilai norma.

Lalu apa Publik yang terdapat dalam Keuangan Publik? Jawabnya adalah Negara. Jadi Keuangan Publik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana aktivitas keuangan dalam pemerintahan negara ini. Keuangan Publik berfokus kepada mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah , serta menganalisis keterkaitannya kegiatan pendapatan dan belanja tersebut pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi.

Keuangan Publik dan Kekaisaran Romawi Kuno

                Kekaisaran Romawi Kuno adalah sebuah simbol keperkasaan dan kejayaan, penuh dengan proses-proses perubahan dan pembelajaran menuju pencapaian kebanggaan-kebanggaan tertinggi bagi seorang pria. Siapa yang tidak pernah mendengar nama Gaius Julius Caesar Augustus? Augustus mereformasi sistem perpajakan, mengembangkan jaringan lalu lintas dengan sistem kurrir yang resmi, membentuk polisi resmi, dan mendirikan layanan pemadam kebakaran untuk Romawi.

Sebagai Kaisar pertama, Augustus juga berhasil memperbesar Kekaisaran Romawi Kuno begitu luas, hingga mencaplok Mesir, Afrika, dan Semenanjung Iberia(Sekitar Spanyol).

Sungguh luar biasa pencapaian Kekaisaran Romawi Kuno, dilihat dari sudut pandang keuangan public, dari mana dan bagaimana mereka mendapatkan dana untuk membiayai pemerintahan yang begitu luas? Dan banyak pertanyaan lain yang mungkin terjawab dalam makalah ini, dan juga mungkin akan menimbulkan lebih banyak pertanyaan-pertanyaan yang  tidak mampu dijawab oleh keterbatasan penulis dalam makalah ini.

 

Sekilas Tentang Romawi

Lebih dari dua ratus tahun Romawi adalah sebuah kerajaan. Sekitar selama lima ratus tahun, Romawi adalah Republik. Lalu selama sekitar lima ratus tahun selanjutnya, Romawi berdiri bangga sebagai Kekaisaran.

Romawi bermula dari sebuah persimpangan jalur perdagangan garam, yang perlahan-lahan menjadi pemukiman-pemukiman kecil hingga akhirnya menjadi desa. 2750 tahun lalu, di semenanjung Itali, tepatnya di daerah berbukit tujuh tepi sungai Tiber.  Tanah yang subur, air sungai Tiber yang jernih, perlindungan 7 bukit, dan lalu lintas perdagangan menyebabkan pertumbuhan pesat dari desa menjadi sebuah kota penting di semenanjung Italia. Romawi dalam masa-masa kebangkitan awalnya dipimpin oleh Raja-Raja. Dan Raja pertama Kerajaan Romawi adalah Romulus, yang dipercaya sebagai anak dari Mars sang dewa perang.

Kerajaan Romawi berubah menjadi Republik Romawi setelah mengalami berbagai gejolak dan petaka politik.  Dalam bentuk republik ini, ada tiga unsur penting dalam pemerintahan : Konsul, Senat, dan Assembly. Konsul terdiri dari dua orang yang bersama-sama memimpin pemerintahan. Senat, hanya terdapat 300 kursi, dan mereka adalah petinggi-petinggi keluarga bangsawan yang berfungsi membuat hukum dan mengontrol belanja pemerintahan. Sementara Assembly, adalah sejenis majelis yang terdiri dari masyarakat biasa, peran mereka adalah memilih siapa dua Konsul yang akan memimpin pemerintahan dan juga mengusulkan kebijakan-kebijakan(yang sayangnya dapat ditolak oleh senat).

Ketika Republik Romawi dianggap gagal, di mana terjadi pungutan pajak berlebihan, inflasi tinggi, tertutupnya rute perdagangan, dan depresi berat pada pertumbuhan perekonomian, para pengusaha dan pedangang mendambakan kedamaian dan perlahan tercetus ide di benak mereka bahwa, perdamaian dan stabilitas dapat dicapai jika kekuatan pemerintahan terpusat pada satu orang. Maka dibentuklah Kekaisaran Romawi yang dipimpin oleh Octavianus yang mengambil nama Augustus sebagai Kaisar pertama Kekasisaran Romawi dari 27 tahun Sebelum Masehi hingga 14 tahun Setelah Masehi.  Dalam bentuk ini, bagaimanapun para senat berkumpul dan berdebat di forum, kekuatan pemerintahan terkuat berada di tangan Kaisar.

Kondisi Perekonomian Romawi Kuno

                Mereka adalah negeri yang Agraris dan berbasis pada Perbudakan, dengan pemikiran utamanya tersorot pada bagaimana mensuplai bahan pangan kepada rakyat dan tentara yang begitu banyak. Petani Romawi bisa membayar pajak yang harus mereka tanggung dengan hasil pertanian, hal ini menyebabkan dua hal penting : Mempermudah dalam memberi pangan kepada rakyat dan tentara tanpa ongkos langsung, dan juga sayangnya, hal ini menyebabkan minimnya insentif bagi petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya sehingga masyarakat memiliki ketergantungan kepada ‘pembagian pangan ini.

Satu cara bagi Romawi untuk terus mampu memberi pangan kepada rakyatnya adalah dengan ‘mendapatkan’ daerah-daerah sumber-sumber pangan, yang biasanya direbut dengan melakukan invasi terhadap daerah-daerah tersebut. Contoh daerah-daerah tersebut adalah : Mesir, Sisilia, dan Tunisia. Pangan-pangan ini dikirim melalui kapal-kapal laut, sehingga terjadilah perkembangan teknologi pelayaran.

Kesejahteraan Romawi ini menyebabkan para orang-orang kaya memerlukan kemewahan, dan salah satu cara bermewah-mewah adalah dengan mengimpor barang-barang eksotis seperti : sutra dari Cina, rempah-rempah dari India, binatang-binatang eksotis dari Afrika, logam-logam berharga dari Spanyol dan Inggris, juga permata-permata German.  Para Importirpun menjadi termasuk kalangan yang cukup kaya di Romawi.

Romawi memiliki salah satu sistem mata uang yang paling maju  di dunia saat itu. Koin-koin dari kuningan, perunggu, tembaga, perak, dan emas, yang dicetak dan diedarkan berdasarkan peraturan-peraturan ketat untuk bobot, ukuran, dan komposisi logamnya. Koin-koin ini sangat popular di dunia saat itu, koinnya indah, penuh detail, dan memiliki nilai seni yang cukup tinggi.

Menuju Keruntuhan Kekaisaran Romawi Kuno

                Banyak teori yang mencoba menjelaskan bagaimana kekaisaran yang luar biasa ini hancur. Namun satu kesimpulan utamanya adalah, keruntuhan ini terjadi dalam proses yang sangat panjang, tidak tiba-tiba, karena tentu saja para Kaisar dan pemerintahannya berupaya keras untuk mempertahankan kelangsungan hidup Kekaisarannya.

Beberapa gambaran masalah yang berperan dalam kehancuran Kekaisaran Romawi adalah sebagai berikut : wilayah yang terlalu luas untuk diurus secara efektif, korupsi yang merajalela, perang saudara, Kaisar sering naik tahta melalui jalur kekerasan atau sekedar keturunan darah sehingga kepala pemerintahan tidak jarang adalah seorang yang tidak mumpuni bahkan menjadi boneka saja, peningkatan eksploitasi budak sehingga banyak orang-orang romawi yang malah menjadi pengangguran, orang-orang kaya menjadi malas dan tidak peduli terhadap masalah-masalah publik, inflasi tinggi dan arus perdagangan melambat, masyarakat dibebankan pajak yang berlebihan, populasi menurun drastic akibat kelaparan dan wabah, munculnya kekuatan-kekuatan negeri lain di sekitar, dan lain-lain.

Perpajakan Romawi Kuno

                Mulanya, pajak yang ditetapkan kepada masyarakat cukuplah ringan dan sederhana. Pajak utamanya terdiri dari pajak kekayaan pada semua bentuk properti, seperti : tanah, rumah, budak, ternak, dan lain-lain. Tarif dasar hanyalah 0,01 %, meskipun pada masa-masa perang kadang-kadang naik menjadi 0,03%. Pajak dibebankan kepada komunitas, bukan kepada individu, jadi komunitas itulah yang akan memperhitungkan sendiri bagaimana mereka membagi tanggung jawab untuk melunasi pajak tersebut.

Salah satu andalan untuk mengisi kas Romawi adalah melalui Pertanian Pajak, para petani akan membayar di muka kepada pemerintah dan kemudian mendapatkan hak untuk kemudian memungut pajak gantinya kepada daerah. Intinya adalah, para Petani Pajak ini(disebut Publicani) meminjamkan uang kepada pemerintah, sementara ia memiliki tanggung jawab untuk mengubah properti-properti yang dikumpulkan sebagai pajak menjadi uang tunai.  Dengan demikian, pungutan oleh petani pajak harus mencukupi piutang Negara dan biaya-biaya mengubah properti menjadi tunai. Bagaimanapun sering terjadi korupsi dalam prosesnya, Pertanian Pajak merupakan investasi menguntungkan bagi pemerintah dan warga-warga kaya.

Naiknya Augustus sebagai Kaisar,  Pertanian Pajak dihentikan karena komplain dari daerah-daerah yang merasa diperas dan dirugikan, juga karena mereka menjadi terlibat hutang-hutang yang keji. Kemudian, Augustus mengganti Pertanian Pajak dengan Pajak Langsung.  Apa itu? Yaitu pajak yang dikenakan kepada daerah-daerah berdasarkan jumlah orang dewasa. Sistem pajak ini menjadikan pungutan yang datar, maksudnya, daerah jadi tahu berapa pajak yang harus mereka bayar dengan tetap, dan jika ada surplus pendapatan, itu menjadi hak daerah sepenuhnya dan tidak lagi dipungut oleh pemerintah. Hal ini menjadi insentif untuk bekerja dan memproduksi lebih giat.

Inflasi dan Pertumbuhan Perekonomian yang Tersendat

                Pada era Augustus, kondisi keuangan dan perekonomian cukup gemilang, sehingga Augustus menjalankan program –program pembangunan fasilitas public. Seluruh jalan-jalan di Italia diperbaiki, kuil-kuil direnovasi dan dibangun yang baru, saluran air dan pemandian umum diperbanyak, dan juga bangunan public lainnya dibangun dengan sangat gencar.

Namun ketika Kaisar Tiberius berkuasa, terjadi krisis keuangan karena, Kaisar lebih memilih untuk menghentikan pembangunan, meminimalisasi belanja, dan memilih menimbun uang sebanyak-banyaknya. Krisis ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi macet yang hanya dapat diatasi dengan hutang berjumlah besar demi memfasilitasi likuiditas.

Daerah Inggris ditaklukan Kekaisaran Romawi ketika Claudius berkuasa. Juga dalam kekuasaanya, Kekaisaran Romawi mencapai wilayah geografi maksimumnya. Konsekuensinya adalah tidak adanya lagi tambahan pendapatan dari negeri taklukan, sehingga saat itu Kekaisaran harus benar-benar membiayai dirinya sendiri dari dalam. Harus mandiri.

Saat Nero berkuasa, kebutuhan terhadap pendapatan yang tidak mampu diwujudkan menjadi awal mulanya penurunan nilai mata uang. Pendapatan ekstra sangat dibutuhkan untuk membiayai pertahanan dan birokrasi.  Penurunan nilai mata uang ini sesungguhnya adalah sejenis pajak, yaitu pajak terhadap   saldo tunai itu sendiri, dan dilakukan dengan cara mengurangi berat, ukuran, dan komposisi logamnya.

Penurunan nilai uang yang terjadi terus menerus tidak mampu meningkatkan kondisi fiscal. Mengacu pada teori Hukum Gresham, dimana “Bad Money Drives Out Good” yang tercermin ketika masyarakat merasa bahwa, uang lama lebih berharga(dengan berat, ukuran, dan komposisi logam yang lebih baik) daripada uang baru, sehingga mereka hanya mau membelanjakan uang barunya dan menimbun uang lama. Krisis berlanjut.

Dalm kekuasaan Kaisar Domitian, mulai muncul kebijakan-kebijakan konyol untuk mengisi kas Kekaisaran. Contohnya adalah dengan : mendenda, bahkan menyita asset-aset para orang kaya,  juga meminta sumbangan-sumbangan untuk alasan aneh seperti perayaan kemenangan perang atau perayaan naikknya Kaisar baru.

Seperti perampokan bukan?

 

 

 

 

 

 

 

Petaka Tak Terhindarkan

Penurunan nilai uang ini terus menjadi tren Kaisar-Kaisar selanjutnya, sejujurnya hal ini juga menjadi salah satu cara Kaisar untuk perlahan-lahan membasmi para Senat yang menjadi musuh politik mereka. Sementara Kaisar-Kaisar memiliki kepercayaan dan rasa ketergantungan yang sangat tinggi kepada tentara-tentaranya dan berupaya mati-matian untuk terus membiayai mereka.

Kekayaan orang-orang terus disita, dipajaki, dan disembunyikan. Menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi terhenti. Yang menyedihkan adalah ketika para orang kaya sudah tidak mau membayar tuntutan dana tersebut, maka orang-orang dengan kelas menengah ke bawahlah yang menjadi korban.  Sementara itu tuntutan pemasukan kas masih sangat tinggi karena perlunya pembiayaan militer demi mengatasi tekanan suku-suku Jerman dari utara dan terror Persia dari timur.

Ketika masyarakat mulai gerah dan merasa lebih baik untuk kabur, sistem malah semakin keji. Orang-orang mulai kehilangan kebebasan. Petani dipaksa terus bekerja, begitu juga anaknya dan seterusnya. Kalangan ataspun dipaksa memberikan jasa-jasa intelek seperti pemungutan pajak dengan tanpa dibayar, dan jika pajak tidak tercukupi mereka dipaksa mengisi sisanya dengan uang mereka sendiri. Hal ini menyebabkan semakin tinggi usaha-usaha untuk menyembunyikan kekayaan dan berpura-pura tampil semiskin mungkin untuk menghindari tanggung jawab.  Banyak petani-petani yang kabur dari kota ke daerah pinggiran atau kemudian sengaja mengikatkan diri ke suatu pemilik tanah independen yang kemudian bersama mencoba membangun sistem ekonomi tertutup tanpa campur tangan pemerintah.  Tentu saja pemerintah tidak tinggal diam, dan di era Diocletian terjadi suatu reformasi yang memungkinkan penyusunan anggaran tahunan, sayangnya upaya reformasi itu belum mampu menepis takdir keruntuhan Kekaisaran Romawi.

Kaisar Constantine meneruskan sistem-sistem Diocletian, dan juga menambahkan fitur-fiturnya sendiri yang berupa semakin ketatnya peraturan yang mengikat kebebasan rakyat. Meskipun masih menerima suplai pangan dan pajak dari daerahdaerah, tapi ketika para pengusaha-pengusaha benar-benar mengungsi ke daerah, Romawi mengalami kekosongan dalam kegiatan perekonomian. Masyarakat dan istana Romawi sendiri tidak memproduksi apapun, namun jumlah permintaan untuk mencukupi kebutuhan mereka terus meningkat dan terus menyedot sumber daya dari daerah-daerah.

Lima puluh tahun setelah upaya reformasi pajak Diocletian, tingkat pajak berlipat menjadi dua kali lipat.  Orang kaya berupaya sebisanya menghindari pajak, dengan berbagai cara illegal, sementara rakyat biasaa tak berdaya menghadapi kebrutalan pungutan pajak. Pemasukan untuk membiayai pertahanan militer terus berlanjut dan pajak semakin gila. Saking parahnya keadaan, upaya masyarakat untuk menghindari pajak sampai membuat mereka benar-benar mengundurkan diri dari pergaulan social sama sekali. Mereka yang memiliki tanah dan cukup sumber daya, mulai mendirikan sistem sendiri, dan mereka yang hanya memiliki sedikit tanah dan sumber daya menjadi bangkrut, dan beralih menjadi pekerja, bahkan budak. Hal ini menjadi awal dari Feudalisme, dan juga puncak keruntuhan Romawi .

Kekaisaran pada akhirnya tidak mampu membayar tentara, tidak mampu membangun benteng dan kapal perang. Invasi dari luar tak mampu dibendung lagi. Romawi hancur.

 

 

:::Kesimpulan:::

                Ditinjau dari segi keuangan publik, kehancuran Kekaisaran Romawi Kuno disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintahannya dalam mengatur anggaran pendapatan dan belanjanya, di mana terjadi pungutan pajak yang irasional dan belanja yang tidak produktif(membiayai tentara yang tidak lagi menghasilkan jajahan baru untuk dikeruk sumber dayanya). Bahkan sesungguhnya secara garis besar, sistem perekonomian Romawi adalah Raubwirtschaft, yaitu perekonomian berdasarkan penjarahan terhadap sumber daya yang ada disekitar daripada berusaha memproduksi sumber daya sendiri.

 

 

~Hal Menarik~

                Keruntuhan Romawi terlihat seperti malapetaka bagi semua orang yang terlibat, namun sebenarnya tidak, hal ini dapat dilihat sebagai tersalurkannya aspirasi individu-individu masyarakat, bahkan dilihat dari segi arkeolog, bukti dari tulang-tulang manusia menyajikan fakta bahwa nutrisi orang-orang menjadi lebih meningkat setelah kehancuran Kekaisaran Romawi Kuno.

Daftar Pustaka

http://www.cato.org/pubs/journal/cjv14n2-7.html

http://www.unrv.com/economy.php

http://www.rome.mrdonn.org/

http://en.wikipedia.org/wiki/Decline_of_the_Roman_Empire

ROMA : The Novel of Ancient Rome – Steven Saylor