Logika di balik doa?

Sejak kecil. Lingkungan yang religius terus memberikan dorongan dan tekanan untuk berdoa. Ada doa-doa yang memang dianjurkan bahkan nyaris seperti diwajibkan oleh ajaran agama, namun ada juga doa-doa yang berasal dari inisiatif individu.

 

Oke, saya anggap pembaca, sudah cukup memahami apa itu doa. Maka saya akan langsung saja ke topik. Logika di balik doa.

 

Begini lho. Kalau kita menginginkan sesuatu, kenapa kita malah mengangkat tangan dan meminta-minta, berbicara kepada sesuatu yang tidak kelihatan, yang belum jelas dalam batasan indera manusia? Bukannya segera bergegas dan melakukan sesuatu? Logikanya di mana?

Dalam kasus doa-doa dari inisiatf, yang biasanya dari keinginan pribadi : Kepingin naik kelas bukannya belajar malah berdoa? Kepingin beli motor baru bukannya kerja malah berdoa? Kepingin anaknya jadi orang pinter dan sukses bukannya dididik malah didoain? Ehm, jika dijumlah itu seluruh waktu-waktu berdoa, mungkin jika ditukar dengan usaha nyata dan praktik langsung malah akan memberi dampak lebih nyata. Mungkin lho 😛

Dalam kasus doa-doa anjuran agama, yang biasanya terkait dengan sifat-sifat keperkasaan tuhan :

Doa sebelum makan? Doa sebelum tidur? Doa sebelum masuk kamar mandi? Doa melakukan perjalanan? Doa kepada orang tua? Kalo dilihat tujuannya, doa-doa ini cenderung menuntut perlindungan/kelancaran/kebaikan-kebaikan, dengan mengangkat tangan dan berbicara menghadap tembok? Lucu 😛

 

Jangan marah~

Jangan doa-in saya yang jelek-jelek~

 

Ada logikanya sih menurut saya, biarpun agak maksa. Jadi gini, dengan berdoa, apalagi, ehm, doa yang rutin dan benar-benar tulus, serta gigih, menurut saya, akan menumbuhkan rasa percaya diri akan harapan itu, minimal … akan memberi sugesti positif deh, yang saya percaya dari sugesti itu akan menambahkan energi untuk berbuat sesuatu. Yah tergantung individunya sih.

Saya sendiri suka berdoa. Dan bagi saya, salah satu logika lainnya dari doa adalah, ehm, sebagai salah satu alat untuk mengingatkan diri sendiri pada apa tujuan saya? apa cita-cita saya? Juga untuk tetap membangun rasa percaya diri dan keteguhan menempuh jalan berkabut di depan, juga berharap kepada sosok tuhan yang begitu misterius dan unyu ❤

 

Sekian, kalau ada yang mau ditambahin dari logika maksa dari doa itu, silahkan komen, mau mencaci juga gak apa, love you all!!!

 

 

Advertisements