Nirtangis : Sekilas Sejarah Kelahiran Saya

Ibu saya sering sekali bercerita tentang hal ini. Dengan rasa bangga, yang agak lucu. Yaitu ketika saya lahir, sebagai bayi yang pertama kali mengenal dunia. Yang dengan gagah beraninya lahir tanpa menangis dan pula langsung dapat membuka mata dan mengamati sekelilingnya.

Kerenkan? Langsung melek dan tidak menangis? Hehe. Namun rupanya hal itu malah membuat tim medis ketakutan, hingga, ugh, kata Ibu saya, waktu itu susternya malah sengaja mencubit saya supaya menangis. Kurang ajar!

Well, maklum, ada kepercayaan seperti ini sih : setiap bayi yang lahir pasti menangis, kecuali bayi yang lahir tanpa ruh didalamnya, atau telah meninggal ketika dalam kandungan. Hoho, saya lahir tanpa ruh?! Keren keren keren :D, oh dan juga ehm, kalau tidak salah, ada referensi kepercayaan yang menyebutkan juga bahwa, Hanya Maryam dan anaknya nabi Isa saja, yang lahir dengan tidak disertai tangisan seperti umumnya bayi yang sedang lahir, karena sesungguhnya setiap keturunan Adam katanya tuh ketika dilahirkan pasti dipegang setan. Haha, dan setannya ternyata malah tuh susternya! CMIIW lho ya, komen aja kalo mau mengkoreksi. Bagaimana? Saya sendiri masih mempertanyakan fenomena ini sampai sekarang. Hmmm. Mungkin ada yang mampu memberikan pencerahan bagi saya?

Mungkin dari sejarah kelahiran di atas memiliki dampak terhadap perkembangan psikologi saya, sehingga secara alam bawah sadar, ehm, ada sesuatu yang menuntut saya untuk berperilaku berbeda, mencari celah,  melawan arus, dan super duper gaje?!?!?

LOL

Because crying is too mainstream 😛

And open your eyes, see the world with your intuition and sense, and then think about it while considering the feelings of everyone, including yourself.

Advertisements